Syarat Akikah Anak Perempuan kambing jantan atau betina

header niko 728 x 90

Memahami Lebih Detail Tentang Syarat Akikah Anak Perempuan

Syarat akikah anak perempuan sedikit berbeda dengan akikah anak laki-laki. Namun perbedaannya hanya sebatas pada jumlah hewan yang dipotong di waktu tersebut.

Seperti yang dijelaskan, aqiqah merupakan kegiatan memotong hewan di hari kelahiran anak sebagai wujud rasa syukur sekaligus wujud taqorrub (mendekatkan diri) pada Alloh.

Mengenai orang yang bertanggungjawab melakukan akikah adalah kedua orang tuanya. Itupun kalau memang orang tuanya mampu melakukannya. Jika tidak, maka anak yang dilahirkan ketika dewasa bisa memilih untuk melakukannya atau tidak.

Sementara untuk persyaratan aqiqah sendiri, terutama untuk anak perempuan bisa dicermati di bawah ini.

Pertama, Kambing/Domba Satu Ekor

kambing akikah yang memenuhi syarat

Syarat pertama akikah untuk anak perempuan adalah menyediakan kambing atau domba satu ekor.

Ini jelas berbeda dengan jumlah hewan yang akan dipotong untuk akikah anak laki-laki. Kalau anak lelaki, jumlah kambingnya seharusnya 2 ekor.

Setelah jumlah, kini Anda juga harus mencermati jenis kambing yang disyaratkan untuk dipotong. Hewan yang akan dipotong tentu punya kriteria. Jadi, bukan sembarang kambing/domba yang harus dipotong.

Untuk kriteria kambing atau domba yang akan dipotong mengikuti aturan hewan sembelihan untuk qurban.

Diantaranya adalah kambing yang akan dipotong sudah menginjak usia 1 tahun lebih. Kemudian hewan tadi bebas dari cacat atau masalah kesehatan.

Mengenai jenis kelamin kambing tidaklah menjadi masalah. Artinya, kambing jantan atau betina tetap bisa digunakan. Yang terpenting telah sesuai dengan aturan yang berlaku untuk hewan qurban.

Kedua, Hari Pemotongan Hewan Aqiqah

Pemotongan hewan seperti kambing ini bisa dilakukan setelah 7 hari dari kelahiran buah hati. Ini yang disunnahkan oleh nabi Muhammad SAW.

Selain hari ketujuh, hari ke empat belas dan ke dua puluh satu setelah kelahiran bayi juga diperbolehkan.

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqy jika aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh atau ke empat belas atau ke dua puluh satu.

Mengenai waktunya ini tentu melihat dari kesiapan orang tua. Jika hari ketujuh belum memiliki kemampuan, maka orang tua bisa mengakhirkan di hari ke empat belas, atau bisa juga di hari ke dua puluh satu sebagaimana yang diajarkan.

Ketika anak sudah dewasa dan masih belum diakikahkan, maka seorang anak bisa memilih. Yakni antara mengakikahkan dirinya atau menggugurkannya. Namun menurut imam ahmad dan imam ibnu qudamah, akikah untuk dirinya sudah gugur.

Ketiga, Pembagian Daging Akikah

Selama proses pemotongan hewan, orang dianjurkan untuk tidak memotong atau memecah tulang hewan tersebut.

Kemudian untuk pembagian daging sedikit berbeda dengan daging qurban. Jika daging qurban diberikan ketika masih dalam keadaan mentah, maka daging aqiqah diberikan dalam keadaan matang (sudah dimasak).

Di sini, orang tuanya boleh mengkonsumsi daging aqiqah sepertiganya. Sisanya dibagikan untuk sahabat, fakir dan miskin.

Caranya dengan memberikan masakan daging akikah ke rumahnya masing-masing, atau bisa juga dengan mengundang orang untuk datang makan di rumah.

Di hari yang sama, anak yang terlahir akan diberikan sebuah nama yang baik. Kemudian didoakan supaya nantinya bisa menjadi anak-anak yang membanggakan buat keluarga, Negara, dan terutama untuk agama.

Kemudian tidak lupa untuk memotong rambut anak. Prakteknya bisa dilakukan dengan mencukur rambut, atau bisa dengan mengambil beberapa helai rambut. Tujuannya tentu saja untuk membersihkan diri anak dari kotoran dan penyakit.

Intinya, syarat akikah anak perempuan adalah menyediakan hewan yang sesuai, dipotong di hari yang tepat, dan dibagikan pada orang/kerabat dan fakir miskin.

lelah di kantor ??? 300 widget kanan