Tag Archives: lafadz niat bersiwak

Cara Hukum Bersiwak Sebelum Sholat ala rasulullah saw

header niko 728 x 90

Hadits Tentang Hukum Bersiwak Sebelum Sholat  beserta sanadnya

Hukum bersiwak sebelum sholat adalah sunnah. Arti sunnah akan memperoleh pahala jika dikerjakan, jika tidak dikerjakan tidak memperoleh dosa. HR. Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw pernah bersabda

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak melaksanakan sholat.” (HR. Al-Bukhari).

Imam Asy-Syafi’i menegaskan bahwa bersiwak hukumnya tidak wajib, melainkan sunnah. Jika siwak diwajibkan, pasti Rosulullah saw akan memerintahkan untuk melakukan siwak. Dengan kata lain, siwak ini dapat dikerjakan dan dilakukan oleh siapa saja yang bersediah. Bagi yang tidak keberatan dapat menggamalkannya.

Bersiwak hukumnya sunnah karena Nabi Muhammad Saw sering melakukannya. Hukum bersiwak sebelum sholat ternyata juga sering Beliau melakukan dalam banyak keadaan, mulai dari mau sholat, masuk rumah dan bangun tidur. Kegemaran Nabi Muhammad saw dalam bersiwak sering disampaikan oleh sahabat-sahabat. Seperti yang disampaikan oleh sahabat-sahabatnya.

دَخَلَ عَبْدُ الرَّحْمنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مُسْنِدَتُهُ إِلَى صَدْرِي، وَمَعَ عَبْدِ الرَّحْمنِ سِوَاكٌ رَطْبٌ يَسْتَنُّ بِهِ، فَأَبَدَّهُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَصَرَهُ، فَأَخَذْتُ السِّوَاكَ فَقَضَمْتُهُ وَطَيَّبْتُهُ، ثُمَّ دَفَعْتُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَنَّ بِهِ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَنَّ اسْتِنَانًا قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهُ، فَمَا عَدَا أَنْ فَرَغَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَهُ أَوْ إِصْبَعَهُ ثُمَّ قَالَ: فِي الرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى -ثَلاَثًا- ثُمَّ قَضَى

‘Abdurrahman bin Abi Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma masuk menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan dadaku menjadi tempat sandaran beliau. ‘Abdurrahman membawa siwak yang masih basah yang dipakai untuk bersiwak. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat pandangan mata beliau melihat siwak itu.

Aku pun mengambil siwak tersebut lalu mematahkan ujung serta memperbaiki dan membersihkan kemudian aku berikan pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau kemudian bersiwak dengannya. Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersiwak sebagus yg kulihat kali itu. Tidak berapa lama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai dari bersiwak beliau mengangkat tangan atau jari kemudian berkata: “Pada teman-teman yang tinggi ” Lalu beliau pun wafat.

hukum bersiwak sebelum shalat

Kehabatan dan daya tarik ajaran Islam adalah pesan kemaslahatan. Setiap hadis ataupun firman yang diturunkan untuk umatnya, Islam selalu memberikan kemaslahatan. Misalnya, era Rosulullah mennyunnahkan bersiwak. Di era modernisasi dan milineal saat ini, banyak teknologi dan ilmu pengetahuan yang terus dikembangkan. Banyak lahir penemuan dan penelitian. Termasuk hasil penelitian terkait manfaat melakukan siwak.

Bersiwak secara kesehatan dapat membunuh bakteri dan kuman yang ada di mulut. Dari sudut pandang yang lain, ‘Aisyah RAdhiyallah ‘anha menyampaikan bahwa Rosulullah bersabda bahwa:

السِّوَاكُ مُطَهَّرَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Siwak itu membersihkan mulut diridhai oleh Ar-Rabb.”

Senada yang disampaikan oleh Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Muhammad Saw menganjurkan bersiwak, sebagaimana disampaikan sebagai berikut.

عَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ فَإِنَّهُ مَطْيَبَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

Seharus bagi kalian utk bersiwak. Karena dengan bersiwak akan membaikkan mulut diridhai oleh Ar-Rabb tabaraka wa ta’ala.”

Dalam kehidupan sehari-hari. Siwak yang paling kita temui saat hendak menjalankan sholat. Karena hukum bersiwak sebelum sholat itu dianjurkan. Inilah ulasan tentang hukum bersiwak, semoga ulasan ini bermanfaat dan berkah.

 

bacaan doa Cara Bersiwak Rasulullah Saw

Cara Bersiwak Rasulullah Saw dan Keutamaannya

Cara bersiwak Rasulullah Saw pernah disinggung oleh HR. Bukhari dan An Nasa’I sebagai berikut.

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Bersiwak itu membersihkan mulut dan merupakan sesuatu yang mendatangkan ridha Rabb” (HR. Bukhari dan An Nasa’i).

Bersiwak dapat diartikan membersihkan gigi dan mulut. Cara bersiwak Rasulullah Saw dengan kayu arok ke gigi. Nama latin kayu arok adalah salvadora persica. Bersiwak sebelum menjalankan ibadah sholat, ternyata disunnah oleh Nabi. Jika ingin menggunakan siwak sesuai sunah nabi, lakukan menggunakan tangan kanan. Jika diniatkan untuk membersihkan gigi, bisa menggunakan tangan kiri, meskipun tangan kanan lebih baik.

Keutamaan Siwak Bagi Kesehatan

Ajaran islam memberikan tuntutan karena memiliki pesan dan kemanfaatan jika dilakukan. Salah satunya bersiwak. World Health Organization (WHO) merekomendasikan menyikat gigi menggunakan kayu arak (siwak). Dalam temuan lain, kayu siwak memiliki khasiat membunuh bakteri lebih besar dibandingkan ketika kita menggunakan siat gigi dan berkumur.

Bersiwak yang baik

Cara bersiwak Rasulullah Saw melakukannya dibagian permukaan depan, sela antar gigi, permukaan untuk mengunyah dan permukaan dalam. Lalu, bagaimana jika ingin menyikat gigi dan mulut dengan bersiwak? Apakah sama dengan cara bersiwak Rasulullah Saw? Sederhana, cukup menyikat di permukaan gigi menggunakan bulu siwak yang sudah di desain khsusu.

Cara Bersiwak Rasulullah Saw

Hal pertama dan utama adalah niat dan membaca doa. Bacaan doa tersebut adalah allahumma thahhir bissiwaak asnaaniy, wa qawwiy bihi litsaatsiy, wa afshih bihi lisany. Kemudian beliau memegang siwak menggunakan tangan kanan. Kemudian siwak di oleskan di jajaran gigi atas-tengah, atas-kanan, bawah-kanan dan bawah-tengah. Lakukan secara berputar sebanyak tiga kali. Diakhir, ucapkan Alhamdulillah.

Waktu Bersiwak

Tidak semua orang tahu kapan waktu bersiwak. Setidaknya, ada beberapa waktu yang baik untuk bersiwak. Pertama, dapat dilakukan ketika hendak berwudhu dan hendak solat.

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. [Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil no 70]

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَّلاَةٍ

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat”. [Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil no 70]

Kedua, dapat pula dilakukaan ketika kita hendak memasuki rumah.

Di antaranya ketika dia masuk ke dalam rumah.

رَوَى شُرَيْحٌ بْنُ هَانِئِ قَالَ : سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا بِأَيِّ شَيِءٍ يَبْدَأُ النَّبِيُّ إِذَا دَخَلَ بَيِتَهُ ؟ قَالَتْ : بِالسِّوَاكِ (رواه مسلم)

Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata: “Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab: ”Bersiwak”. [Hadits riwayat Muslim, Irwaul Ghalil no 72]

Ketiga, saat bangun tidur sekalipun kita disarankan dan dibolehkan melakukan siwak. Masih ada dua waktu lagi yang diutamakan melakukan siwak, yaitu saat sedang berpuasa dan ketika akan membaca Al-Quran.

Terkait dengan siwak, yang perlu diperhatikan saat merawat siwak dapat dilakukan dengan beberapa cara. Mislanya, dengan cara mencuci siwak menggunakan air bersih sebelum digunakan. Tidak ada larangan pula pula jika siwak juga dapat dipoles atau diperbaiki terlebih dahulu. Ada beberapa tipe orang yang melakukan siwak secara sembunyi-bunyi.

Pada dasarnya, bersiwak dapat dilakukan secara terang-terangan atau dilakukan di hadapan orang lain. Terakhir, saat bersiwak, bersungh-sungguhlah. Inilah ulasan tentang cara bersiwak Rasulullah Saw, semoga bermanfaat.