Tag Archives: hukum memelihara binatang dalam sangkar

Binatang yang boleh dipelihara dalam Islam di rumah

header niko 728 x 90

Binatang Yang Boleh Dipelihara Dalam Islam Dan Binatang Yang Dilarang

Binatang yang boleh dipelihara dalam Islam adalah binatang yang tidak najis. Misalnya ikan dan burung. Adapun hewan peliharaan yang dapat diternakkan. Seperti domba, sapi, kerbau. Boleh juga menternak ayam, bebek, dan masih banyak lagi. Binatang-binatang yang sudah disebut tersebut dapat menghasilkan uang dan dagingnya dapat dimakan.

Daging binatang peliharaan yang disebutkan boleh dimakan sendiri. hukumnya halal. Boleh juga dijualbelikan. Daging hewan piaraan yang disebutkan di atas bisa saja menjadi haram, apabila selama proses penyembeliharannya tidak menyebut nama Allah SWT.

Ada Binatang yang boleh dipelihara dalam Islam, namun ada juga binatang yang tidak dibolehkan dipelihara. Binatang yang tidak dibolehkan antara lain anjing dan babi. Anjing merupakan salah satu binatang yang tidak boleh dipelihara karena alasan air liyur anjing najis.

“Bila seekor anjing minum dari wadah milik kalian, maka cucilah 7 kali.” (HR Bukhori 172, muslim 279,90). Dalam hadis ini menyoroti bukan anjingnya yang diharamkan, melainkan liur si anjing.  Islam agama yang tidak kaku. Bukan berarti mengharamkan anjing sebagai hewan najis. Diperbolehkan memelihara anjing dengan fungsi dan alasan yang jelas. Dengan catatan, liur anjing tidak tercecer dan mengotori tempat-tempat penting seperti tempat ibadah. Jika tempat ibadah terkena najisnya anjing, wajib dibersihkan. begitupun dengan kulit kita yang terkena air liur anjing, juga wajib dibersihkan sebanyak 7 kali.

Dalam kisah Ashabul Kahfi, ada segerombol pemuda yang melakukan perjalanan. Di belakangnya, ada seorang anjing yang selalu mengikuti pemuda tersebut. Saat sang pemuda menjalankan ibadah sholat, si Anjing setia menunggu di depan surau. Singkat cerita, si Anjing yang setia mengikuti sang pemuda tersebut dinobatkan sebagai anjing yang kelak akan masuk surga.

Ajaran Islam selain memberikan petunjuk binatang yang boleh dipelihara dalam Islam juga melarang beberapa hewan karena ada alasan secara ilmiah. Misalnya kasus  larangan memelihara anjing karena liur anjing najis ada alasannya. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa air liur anjing mengandung banyak bakteri dan bibit penyakit berbahaya. Tidak hanya air liurnya saja, gigitan anjing juga dapat menyebabkan rabies dan berbahaya bagi yang digigit.

Selain anjing, hewan yang tidak diperbolehkan dipelihara adalah babi. Babi dilarang dipelihara dan diternakan karena daging babi terdapat cacing pita. Bahaya cacing pita dapat berbahaya untuk kesehatan. Di dalam Al-Quran pun disebutkan beberapa larangan memelihara hewan tertentu sebagai berikut.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.” (QS. Al Baqarah: 173)
Firman-Nya:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al Maa’idah: 3)

Dan firman-Nya:
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالْدَّمَ وَلَحْمَ الْخَنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.” (QS. An Nahl: 115)

Itulah ulasan tentang binatang yang boleh dipelihara dalam Islam dan binatang yang tidak boleh dipelihara. Pada dasarnya, agama hadir sebagai petunjuk. Larangan yang dikeluarkan dalam agama Islam karena memiliki alasan. Alasan yang membahayakan untuk manusia. Semoga ulasan ini bermanfaat.