Tag Archives: hukum foto dalam islam

Hukum Memasang Foto Di FB Menurut Islam memajang foto di sosmed

header niko 728 x 90

Hukum Memasang Foto Di FB Menurut Islam serta  memajang foto di sosmed Lainnya

Hukum memasang foto di FB menurut Islam tidak ada yang menyebutkan secara langsung. Boleh memasang foto di FB dengan catatan tidak membuka aurat. Tidak ada larangan atau aturan yang mengharamkan memasang foto, baik di FB maupun memasang foto di rumah. Banyak para kyai pun jug memasang foto ulama kharismatik di dinding rumahnya.

Hukum memasang foto di FB menurut Islam tidak disarankan apabila foto yang dipasang membuka aurat. Lantas, kategori yang dikatakan membuka aurat, apa sajakah itu? Berikut ulasannya berdasarkan empat mahzab.

Hanafiyah

Berdasarkan mahzab hanafiyah, batas aurat pada laki-laki dari pusar sampai lutut. Lain lagi dengan batas aurat pada perempuan seluruh badan kecuali muka, tangan, telapak kaki dan punggung kaki. Mahzab hanafiyah menyampaikan bahwa suara wanita dikatakan sebagai aurat apabila suara merdu saat membaca atau yang sengaja dibuat-buat termasuk aurat. Begitupun bagian kaki. Bagian kaki dikatakan aurat apabila dilihat dipegang.

Malikiyyah

Hukum memasang foto di FB menurut Islam dari sudut pandang malikiyyah tidak boleh memasang foto jika memperlihatkan auratnya. Aurat wanita dari mahdzab malikiyah dibagi menjadi dua kategori, yaitu aurat mugholladhoh dan mukhoffafah. Aurat mugholladhoh pada budak perempuan meliputi pantant antara keduanya (kemalauan dan rambut kemaluan). Sedangkan aurat Mukhaffah pada budak perempuan meliputi paha, rambut kemaluan dan pusat.

Batas aurat perempuan merdeka juga dibagi dua, yaitu mugholladhoh dan mukhoffafah. Aurat mugholadhoh seluruh badan kecuali leher, punggung kaki, kepala, punggung dan dada. Sedangkan aurat mukhoffafah seluruh badan kecuali tangan dan wajah. Sedangkan aurat pada laki-laki antara pusar sampai lutut selain dua lubang.

Syafi’iyyah

Batas aurat syafi’iyyah pada budak perempuan sama dengan batas aurat laki-laki, yaitu di antara pusar dan lutut. Sedangkan aurat untuk perempuan merdeka seluruh badan kecuali bagian wajah dan telapak tangan.

Hanabilah

Hukum memasang foto di FB menurut Islam, terutama dari Hanabillah batas aurat pada budak parempuan adalah pusar dan lutut. Sedangkan aurat untuk perempuan merdeka, seluruh badan kecuali wajah, kedua tangan, betis, kaki dan dan lutut. berbeda batas aurat pada laki-laki menurut hanabilah, yaitu antara pusar dan lutut.

Dari ulasan tersebut jelas, bahwa hukum memasang foto di FB menurut Islam tergantung dari sudut pandangnya. Selama foto itu tidak mengundang nafsu dan syahwat, maka memasang foto tidak masalah. Karena banyak juga foto-foto para kyai dan alim ulama yang juga dipasang di dinding rumah. Sebaliknya, jika foto yang diunggah menimbulkan nafsu ataupun mengundang dari fitnah, maka foto itu yang perlu diwaspadai.

Allah berfirman dalam surah Al A’raf (7:31) sebagai berikut.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allâh tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. [al-A’raf: 7:31]

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu pun berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَمْثَالِ أَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَتُوجَدُ مِنْ مَسِيْرةٍ كَذَا وَكَذَا

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian, tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim, no. 2128]