Tag Archives: bacaan doa bersiwak

bacaan doa Cara Bersiwak Rasulullah Saw

header niko 728 x 90

Cara Bersiwak Rasulullah Saw dan Keutamaannya

Cara bersiwak Rasulullah Saw pernah disinggung oleh HR. Bukhari dan An Nasa’I sebagai berikut.

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Bersiwak itu membersihkan mulut dan merupakan sesuatu yang mendatangkan ridha Rabb” (HR. Bukhari dan An Nasa’i).

Bersiwak dapat diartikan membersihkan gigi dan mulut. Cara bersiwak Rasulullah Saw dengan kayu arok ke gigi. Nama latin kayu arok adalah salvadora persica. Bersiwak sebelum menjalankan ibadah sholat, ternyata disunnah oleh Nabi. Jika ingin menggunakan siwak sesuai sunah nabi, lakukan menggunakan tangan kanan. Jika diniatkan untuk membersihkan gigi, bisa menggunakan tangan kiri, meskipun tangan kanan lebih baik.

Keutamaan Siwak Bagi Kesehatan

Ajaran islam memberikan tuntutan karena memiliki pesan dan kemanfaatan jika dilakukan. Salah satunya bersiwak. World Health Organization (WHO) merekomendasikan menyikat gigi menggunakan kayu arak (siwak). Dalam temuan lain, kayu siwak memiliki khasiat membunuh bakteri lebih besar dibandingkan ketika kita menggunakan siat gigi dan berkumur.

Bersiwak yang baik

Cara bersiwak Rasulullah Saw melakukannya dibagian permukaan depan, sela antar gigi, permukaan untuk mengunyah dan permukaan dalam. Lalu, bagaimana jika ingin menyikat gigi dan mulut dengan bersiwak? Apakah sama dengan cara bersiwak Rasulullah Saw? Sederhana, cukup menyikat di permukaan gigi menggunakan bulu siwak yang sudah di desain khsusu.

Cara Bersiwak Rasulullah Saw

Hal pertama dan utama adalah niat dan membaca doa. Bacaan doa tersebut adalah allahumma thahhir bissiwaak asnaaniy, wa qawwiy bihi litsaatsiy, wa afshih bihi lisany. Kemudian beliau memegang siwak menggunakan tangan kanan. Kemudian siwak di oleskan di jajaran gigi atas-tengah, atas-kanan, bawah-kanan dan bawah-tengah. Lakukan secara berputar sebanyak tiga kali. Diakhir, ucapkan Alhamdulillah.

Waktu Bersiwak

Tidak semua orang tahu kapan waktu bersiwak. Setidaknya, ada beberapa waktu yang baik untuk bersiwak. Pertama, dapat dilakukan ketika hendak berwudhu dan hendak solat.

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. [Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil no 70]

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَّلاَةٍ

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat”. [Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil no 70]

Kedua, dapat pula dilakukaan ketika kita hendak memasuki rumah.

Di antaranya ketika dia masuk ke dalam rumah.

رَوَى شُرَيْحٌ بْنُ هَانِئِ قَالَ : سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا بِأَيِّ شَيِءٍ يَبْدَأُ النَّبِيُّ إِذَا دَخَلَ بَيِتَهُ ؟ قَالَتْ : بِالسِّوَاكِ (رواه مسلم)

Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata: “Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab: ”Bersiwak”. [Hadits riwayat Muslim, Irwaul Ghalil no 72]

Ketiga, saat bangun tidur sekalipun kita disarankan dan dibolehkan melakukan siwak. Masih ada dua waktu lagi yang diutamakan melakukan siwak, yaitu saat sedang berpuasa dan ketika akan membaca Al-Quran.

Terkait dengan siwak, yang perlu diperhatikan saat merawat siwak dapat dilakukan dengan beberapa cara. Mislanya, dengan cara mencuci siwak menggunakan air bersih sebelum digunakan. Tidak ada larangan pula pula jika siwak juga dapat dipoles atau diperbaiki terlebih dahulu. Ada beberapa tipe orang yang melakukan siwak secara sembunyi-bunyi.

Pada dasarnya, bersiwak dapat dilakukan secara terang-terangan atau dilakukan di hadapan orang lain. Terakhir, saat bersiwak, bersungh-sungguhlah. Inilah ulasan tentang cara bersiwak Rasulullah Saw, semoga bermanfaat.