Hukum Memelihara Jenggot Sunnah Atau Wajib

header niko 728 x 90

Sebenarnya Memelihara Jenggot Sunnah Atau Wajib? Inilah Penjelasannya

Memelihara Jenggot Sunnah

Sebenanrnya hukum memelihara jenggot sunnah atau wajib? Dewasa ini sebagian pembenci Islam beranggapan serta mengopinikan jika jenggot sebagai ciri khas dari teroris. Maka jika ada orang Islam yang memelihara jenggot maka ia merupakan teroris atau minimal berpikiran intoleran dan radikal.

Dan di sisi yang lain, ada sebagian umat Islam yang dengan begitu gigih dan begitu kuat keinginannya untuk mengikuti sunnah-nya tanpa kurang memahami persoalan khilafiyah. Sehingga yang terjadi selanjutnya adalah jenggot menjadi tolak ukur atau standar ahlus sunnah dan ahlul bid’ahnya seseorang.

Jadi yang memelihara jenggot adalah ahlus sunnah dan yang mencukur jenggotnya merupakan ahlul bid’ah. Kelompok ini juga menutup mata terhadap fakta yang ada bahwa dalam hal ini ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban dari memelihara jenggot.

Sehingga kelompok ini sangat mudah mengklaim bahwa kebenaran hanya ada pada dirinya ataupun komunitasnya. Sedangkan yang menyelisihinya sudah pasti salah mutlak. Berislam yang seperti inilah yang akhirnya mendatangkan stigma buruk bagi Islam itu sendiri.

Terlepas dari semua itu, sebenarnya seperti apa hukum dari memelihara jenggot ini? Apakah hukum memelihara jenggot sunnah ataukah wajib?

Penjelasan Hukum Memelihara Jenggot

Untuk mencari hukum dari memelihara jenggot, ada khadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibn Umar yang artinya” Dari Ibn Umar dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Tampillah kalian berbeda dengan orang-orang musyrik, peliharalah jenggot dan cukurlah kumis”. Dan ketika Ibn Umar melaksanakan haji atau umrah, beliau memegang jenggotnya, dan ia pun memotong bagian yang melebihi genggamannya” (Shahih al-Bukhari, 5442).

Namun yang perlu Anda pahami, meskipun hadist di atas menggunakan kata perintah, namun tidak serta merta menunjukkan kewajiban dari memenjangkan jenggot serta kewajiban untuk mencukur kumis.

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat dalam menyikapinya. Kalangan Syafi’iyyah mengatakan bahwa perintah di atas menunjjukan sunnah. Perintah tersebut tidak menunjukkan sesuatu yang pasti atau tegas.

Hal ini dibuktikan dengan Ibn Umar sebagai sahabat yang mendengarnya langsung dari Rasulullah SAW masih tetap memotong jenggot yang melebihi dari genggamannya. Perintah wajib itu akan berlaku manakala petintahnya tegas.

Dari alasan ini sebenarnya sudah sangat jelas bahwa perintah Nabi SAW ini tidak murni urusan agama. Namun lebih terkait dengan kebiasaan atau adat istiadat. Dan ketika perintah tersebut ada keterkaitan dengan adat maka ini tidak bisa diartikan dengan wajib.

Jadi hukum yang muncul dari perintah tersebut bisa sunnah atau bahkan juga bisa mubah atau boleh. Jadi jika ada pertanyaan bagaimana hukum memelihara jenggot wajib atau sunnah jika melihat hadits di atas maka bisa dihukumi sunnah.

Atas dasar pertimbangan tersebut, maka kebanyakan ulama Syafi’iyyah berpendapat jika memelihara jenggot serta mencukur kumis hukumnya sunnah bukan wajib. Maka dari itu tidak berdosa ketika Anda memutuskan untuk mencukur jenggot Anda.

Apalagi jika Anda merupakan tipe orang yang malah hilang ketampanan, kerapian, kebersihan, serta kewibawaannya ketika ada jenggot di wajah. Contohnya saja Anda memerupakan tipe orang yang memiliki wajah yang tidak cocok ketika ditumbuhi oleh jenggot, atau Anda merupakan tipe orang dengan jenggot yang tumbuh hanya sedikit.

Untuk itulah memahami sebuah hadist itu tidaklah mudah. Banyak unsur yang menjadi pertimbangan sehingga bisa menangkap makna dari sebuah hadist tersebut. Bukan lantaran ada perintah memelihara jenggot terus Anda menyimpulkan bahwa perintah tersebut wajib untuk dilakukan.

Jadi kesimpulannya adalah hukum memelihara jenggot sunnah atau wajib menurut ulama Syafi’iyyah hukumnya adalah sunnah bukan wajib.

 

lelah di kantor ??? 300 widget kanan