Hukum memelihara musang menurut islam

header niko 728 x 90

Bagaimana Hukumnya Memelihara Musang Menurut Islam?

Apakah Anda tahu hukumnya memelihara musang menurut islam? Jika belum, mari cari informasinya untuk melanjutkan atau menghentikan pemeliharaan hewan tersebut. Musang di arab dinamakan dengan Tsa’lab. Ini merupakan jenis hewan buruan, halal dikonsumsi.

Hewan ini memiliki taring, namun taringnya tidak digunakan untuk menakuti atau memangsa manusia ataupun hewan lainnya. Oleh karenanya, hewan ini termasuk hewan yang baik menurut yang disepakati dalam madzhab Maliki dan Syafi’I dalam kitab Mughniyul Muhtaj.

Kehalalan hewan ini dipertegas dengan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i yang dishahihkan oleh Imam Bukhori, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ibnu Qoyyim, dan Ibnu Hajar dalam At-Talkhis Habir.

Dikatakan, bahwa diriwayatkan oleh Ibnu Abi Umar berkata:”aku pernah bertanya kepada Jabir tentang musang, apakah musang termasuk hewan buruan? Jawabnya: ya. Lalu aku bertanya: apakah boleh dimakan? Beliau menjawab: ya. Aku bertanya lagi: apakah enkau mendengar dari Rasulullah? Jawabnya: Ya.”

Sebenarnya dari sini, Anda sudah tahu kalau memelihara musang menurut syar’i dibolehkan karena hewan ini termasuk hewan halal.

Untuk mempertegas hukum memelihara musang serta hewan lainnya, Anda bisa merujuk pada 3 syarat di bawah ini!

Hewan Yang Dipelihara Bukan Anjing Dan Babi

hukum memelihara musang menurut islam

Kedua jenis hewan ini termasuk hewan yang najis. Anda dilarang untuk memeliharanya, apalagi sampai mengkonsumsi ataupun memperjualbelikan hewan tersebut.

Najis yang dibawanya tergolong najis besar. Anda perlu membasuhnya 7 kali serta salah satunya perlu dicampur dengan debu. Tentunya bila Anda terkena najisnya, misalnya terkena air liurnya.

Meskipun begitu, hewan seperti anjing ini masih tetap memiliki hukum diperbolehkan untuk dipelihara. Syaratnya adalah tujuan dari memelihara hewan ini sebagai hewan penjaga atau hewan untuk dijadikan teman berburu.

Memberikan Makan Dan Minum

Hewan juga punya rasa lapar dan dahaga. Termasuk hewan yang diharamkan sekalipun. Atau hewan halal seperti musang yang notabenenya adalah hewan pemakan kopi, bukan pemangsa hewan lain.

Ketika Anda ingin memelihara hewan piaraan, Anda harus memberikan perhatian lebih untuk hewan tersebut. Perhatian itu meliputi pemberian makan dan minum.

Jika Anda membiarkan hewan tersebut dalam keadaan lapar dan dahaga, maka Anda tergolong sedang menyiksa hewan. Dan inilah yang tidak diperbolehkan oleh hukum syar’i.

Tidak Boleh Diperjualbelikan Jika Hewan Tersebut Haram Dimakan

Faktanya, hewan buas seperti anjing masih boleh dipelihara dengan catatan sebagai hewan penjaga atau hewan berburu.

Namun hewan yang haram ini tidak boleh diperjualbelikan lantaran haram untuk dimakan. Jika dijual, maka harta yang didapatkan tergolong harta yang haram pula.

Berbeda dengan musang yang dalam bahasa arabnya dikenal dengan sebutan Tsa’lab. Hewan ini termasuk hewan buruan, dagingnya halal untuk dikonsumsi seseorang.

Halalnya hewan ini tentu menandai jika memelihara musang dalam islam diperbolehkan. Cuma Anda perlu memeliharanya dengan baik.

Yang perlu Anda tahu, musang yang dimaksud adalah hewan tsa’lab, bukan hewan yang disamakan di Indonesia seperti racan, garangan atau hewan buas lain yang dianggap mirip di daerah Anda.

Melainkan hewan ini berupa hewan pemakan tumbuh-tumbuhan seperti kopi. Bukan hewan pemangsa hewan lain yang cenderung jelas keharamannya lantaran memiliki taring sebagai senjata untuk melukai mangsanya.

Kesimpulannya, hewan yang halal untuk dimakan boleh dipelihara selama Anda bisa memberi makan dan minum secukupnya. Ini berlaku pula diperbolehkannya memelihara musang menurut islam yang mana hewan tersebut termasuk hewan bukan pemangsa hewan lain.

lelah di kantor ??? 300 widget kanan