Hukum Memakai Cadar Bagi Wanita menurut al quran

header niko 728 x 90

Hukum Memakai Cadar Bagi Wanita Yang Wajib Kamu Ketahui

Hukum memakai cadar bagi wanita hingga saat ini masih banyak diperbincangkan. Ada beberapa perbedaan terkait pemakaian cadar bagi wanita, ada yang membolehkan, melarang dan ada juga yang netral. Berikut ulasannya dari sudut pandang beberapa mahzab Islam

Mazhab Hanafi

Mazhab Hanafi era saat ini, hukum memakai cadar bagi wanita disarankan. Tujuannya untuk menghindari fitnah. Bagi perempuan muda, menggunakan cadar sangat dianjurkan, terutama apabila diantara laki-laki. Bagi mahzab Hanafi wajah termasuk sebagai aurat. Berdasarkan kitab Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah menuliskan sebagai berikut.

فَذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ ( الْحَنَفِيَّةُ وَالْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ ) إِلَى أَنَّ الْوَجْهَ لَيْسَ بِعَوْرَةٍ ، وَإِذَا لَمْ يَكُنْ عَوْرَةً فَإِنَّهُ يَجُوزُ لَهَا أَنْ تَسْتُرَهُ فَتَنْتَقِبَ ، وَلَهَا أَنْ تَكْشِفَهُ فَلاَ تَنْتَقِبَ .قَال الْحَنَفِيَّةُ : تُمْنَعُ الْمَرْأَةُ الشَّابَّةُ مِنْ كَشْفِ وَجْهِهَا بَيْنَ الرِّجَال فِي زَمَانِنَا ، لاَ لِأَنَّهُ عَوْرَةٌ ، بَل لِخَوْفِ الْفِتْنَةِ

Artinya, “Mayoritas fuqaha (baik dari madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) berpendapat bahwa wajah bukan termasuk aurat. Jika demikian, wanita boleh menutupinya dengan cadar dan boleh membukanya. Menurut madzhab Hanafi, di zaman kita sekarang wanita muda (al-mar`ah asy-syabbah) dilarang memperlihatkan wajah di antara laki-laki. Bukan karena wajah itu sendiri adalah aurat tetapi lebih karena untuk mengindari fitnah,” (Lihat Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Wizaratul Awqaf was Syu’unul Islamiyyah, juz XLI, halaman 134).

Mazhab Safi’i

Hukum memakai cadar bagi wanita dari mahzab Hanafi dan Maliki hukumnya makruh. Alasan dari dua mahzab ini menggunakan termasuk dalam perbuatan berlebih-lebihan. Penggunaan cadar saat shalat ataupun di luar salat hukumnya makruh. Di mazhab Syafi’i itu sendiri terjadi beberapa pendapat hukum memakai cadar bagi wanita, ada yang menghukumi wajib, sunnah dan khilaful awla atau tidak bercadar. Seperti yang dilansir oleh NU.or.id sebagai berikut.

أَنَّ لَهَا ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ عَوْرَةٌ فِي الصَّلَاِة وَهُوَ مَا تَقَدَّمَ، وَعَوْرَةٌ بِالنِّسْبَةِ لِنَظَرِ الْاَجَانِبِ إِلَيْهَا جَمِيعُ بَدَنِهَا حَتَّى الْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ عَلَى الْمُعْتَمَدِ

“Bahwa perempuan memiliki tiga uarat. Pertama, aurat dalam shalat dan hal ini telah dijelaskan. Kedua aurat yang terkait dengan pandangan orang lain kepadanya, yaitu seluruh badannya termasuk wajah dan kedua telapak tangannya menurut pendapat yang mu’tamad…” (Lihat Abdul Hamid asy-Syarwani, Hasyiyah asy-Syarwani, Bairut-Dar al-Fikr, juz, II, h. 112)

Kemudian ada ulasan lain di bawah ini:

وَاخْتَلَفَ الشَّافِعِيَّةُ فِي تَنَقُّبِ الْمَرْأَةِ ، فَرَأْيٌ يُوجِبُ النِّقَابَ عَلَيْهَا ، وَقِيل : هُوَ سُنَّةٌ ، وَقِيل : هُوَ خِلاَفُ الأَوْلَى

Artinya, “Madzhab Syafi’i berbeda pendapat mengenai hukum memakai cadar bagi perempuan. Satu pendapat menyatakan bahwa hukum mengenakan cadar bagi perempuan adalah wajib. Pendapat lain (qila) menyatakan hukumnya adalah sunah. Dan ada juga yang menyatakan khilaful awla,” (Lihat Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Wizaratul Awqaf was Syu’unul Islamiyyah, juz, XLI, halaman 134).

Di Indonesia, meskipun masyoritas bangsanya adalah beragama Islam. Namun, jika ingin memberlakukan dan mewajibkan menggunakan cadar akan menjadi permasalahan yang rumit. Mengingat Indonesia sebagai negara kepualauan yang mengakui lima empat agama selain Islam, yaitu Kristen, katolik, budha dan hindu. Tidak hanya itu, selain sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku dan bahasa.

Terkait menyoalkan tentang hukum memakai cadar bagi wanita di Indonesia masalah cadar masih menjadi perselisihan dan pembicaraan para faquha’. Meskipun tidak dapat dipungkiri Islam di Indonesia mengakui empat mahzat. Selain madzat syafi’i dan Hanafi terdapat dua mazhab lain, yaitu Maliki dan Hambali.

 

lelah di kantor ??? 300 widget kanan