Hadist Tentang Bercocok Tanam dan merawat tanaman

header niko 728 x 90

Hadist Tentang Bercocok Tanam dan pertanian

Hadist tentang bercocok tanam yang disampaikan oleh Rosulullah Saw menganjurkan untuk bercocok tanam. Ajaran Islam juga demikian, menganjurkan untuk bercocok tanam. HR. Imam Bukhari dan Imam meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda bahwa sekirannya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang diantara kalian ada bibit kurma, maka apabila dia mampu menanam sebelum terjadi kiamat maka hendaklah dia menanamnya.

bercocok tanam dalam pertanian

Bercocok tanam dari sudut pandang Islam sangat dianjurkan. HR. Bukhari Muslim meriwayatkan bahwa Rosulullah Saw pernah bersabda “tidak seorang muslim pun yang menanam tanaman atau menaburkan benih, kemudian dimakan oleh burung atau manusia, melainkan dia itu baginya merupakan sedekah.” Dari hadis tersebut menekankan pentingnya bercocok tanam. Selain mencukupi kebutuhan hidup diri sendiri, juga memberikan manfaat untuk masyarakat dan hewan.

Hadist tentang bercocok tanam di atas mengingatkan memberikan dua manfaat. Yaitu manfaat di dunia dan manfaat di akhirat. Apa saja yang termasuk manfaat dunia dan akhirat? Berikut ulasannya.

Manfaat di Dunia

Manfaat bercocok tanam akan menghasilkan panen. Hasil panen yang diperoleh, akan menghasilkan manfaat. Baik manfaat untuk pihak petani, masyarakat, penjual ataupun bagi hewan. Dari hasil panen, keberlangsungan pangan terpenuhi dan tercukupi. Kecukupan gizi masyarakat juga terpenuhi dengan baik. Ketika kecukupan pangan dan gizi terpenuhi, akan meminimalisir berbagai macam penyakit.

Ketika penyakit sedikit dan masyarakat hidup sehat, akan berdampak secara global. Berkat kecukupan gizi dan pangan akan mempengaruhi tingkat kecerdasan dan konsentrasi yang baik. Dampaknya secara lebih besar, dapat mempengaruhi kemajuan dan taraf hidup secara holistik.

Hadist tentang bercocok tanam ternyata juga memberikan dampak lain. Ketika bercocok tanam, secara tidak langsung kita telah menyeimbangkan alam. Dengan bercocok tanam, kita juga membantu mengurangi polusi dan pencemaran udara. Manfaat dedaunan mampu menyerap CO2 yang dihasilkan dari asap kendaraan maupun polusi lainnya.

Kemudian Co2 di olah oleh tanaman, kemudian dikeluarkan menjadi oksigen. Oksigen inilah udara yang paling banyak manusia dan hewan. Dengan kata lain, dengan bercocok tanam, sebenarnya kita berperan penting untuk menjaga ekosistem alam semesta ini agar tetap seimbang sesuai sunatullah yang Tuhan ciptakan.

Manfaat di Akhirat

Hadis tentang bercocok tanam dilihat kemanfaatan yang akan diperoleh petani adalah ganjaran atau pahala. Kenapa bisa memperoleh ganjaran? Penjelasannya sederhana, karena selain menanam petani telah memberikan sumbangsih lebih besar dari sekedar hasil panen. Seperti yang saya tuliskan di poin ‘manfaat di dunia’, bahwa para petani sebagai pahlawan untuk keberlangsungan sistem pangan dan penyeimbang ekosistem alam. Dimana, kiprah mereka sebenarnya sepele, namun sedikit orang yang mampu memahami peran penting mereka.

Bayangkan, jika tidak ada seorang petani atau pekebun? Apa yang kira-kira terjadi? Yang terjadi akan terjadi krisis pangan, paceklik. Dampak buruknya, akan terjadi busung lapar, terjadi bencana alam akibat kegundulan, terjadi perubahan iklim akibat tidak ada filter. Filter dalam hal ini tumbuh-tumbuhan dan tanaman.

Hadis lain dari Abu Yahya Shuhaib bin SInan Rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rosulullah Saw bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَ لَيْسَ ذَلِكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ, وَ إِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Menakjubkan pada perkara seorang mukmin sesungguhnya perkaranya semuanya baginya adalah kebaikan, dan tidaklah itu didapatkan melainkan oleh seorang mukmin: jika dia mendapatkan kesenangan (nikmat) dia bersyukur maka itu adalah kebaikan baginya dan jika kesulitan (musibah) menimpanya kemudian dia bersabar maka itu adalah kebaikan baginya.”(HR. Imam Muslim lihat kitab Riyadhush Shalihin hadits No. 27)

Itulah dua poin penting pentingnya hadis tentang bercocok tanam. Semoga ulasan ini bermanfaat dan memberikan sudut pandang lain tentang peran dan kiprah seorang petani. Agar lebih mengharhai usaha dan jerih payah mereka.

 

lelah di kantor ??? 300 widget kanan