Category Archives: Serba-serbi islam

Hukum memelihara musang menurut islam

header niko 728 x 90

Bagaimana Hukumnya Memelihara Musang Menurut Islam?

Apakah Anda tahu hukumnya memelihara musang menurut islam? Jika belum, mari cari informasinya untuk melanjutkan atau menghentikan pemeliharaan hewan tersebut. Musang di arab dinamakan dengan Tsa’lab. Ini merupakan jenis hewan buruan, halal dikonsumsi.

Hewan ini memiliki taring, namun taringnya tidak digunakan untuk menakuti atau memangsa manusia ataupun hewan lainnya. Oleh karenanya, hewan ini termasuk hewan yang baik menurut yang disepakati dalam madzhab Maliki dan Syafi’I dalam kitab Mughniyul Muhtaj.

Kehalalan hewan ini dipertegas dengan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i yang dishahihkan oleh Imam Bukhori, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ibnu Qoyyim, dan Ibnu Hajar dalam At-Talkhis Habir.

Dikatakan, bahwa diriwayatkan oleh Ibnu Abi Umar berkata:”aku pernah bertanya kepada Jabir tentang musang, apakah musang termasuk hewan buruan? Jawabnya: ya. Lalu aku bertanya: apakah boleh dimakan? Beliau menjawab: ya. Aku bertanya lagi: apakah enkau mendengar dari Rasulullah? Jawabnya: Ya.”

Sebenarnya dari sini, Anda sudah tahu kalau memelihara musang menurut syar’i dibolehkan karena hewan ini termasuk hewan halal.

Untuk mempertegas hukum memelihara musang serta hewan lainnya, Anda bisa merujuk pada 3 syarat di bawah ini!

Hewan Yang Dipelihara Bukan Anjing Dan Babi

hukum memelihara musang menurut islam

Kedua jenis hewan ini termasuk hewan yang najis. Anda dilarang untuk memeliharanya, apalagi sampai mengkonsumsi ataupun memperjualbelikan hewan tersebut.

Najis yang dibawanya tergolong najis besar. Anda perlu membasuhnya 7 kali serta salah satunya perlu dicampur dengan debu. Tentunya bila Anda terkena najisnya, misalnya terkena air liurnya.

Meskipun begitu, hewan seperti anjing ini masih tetap memiliki hukum diperbolehkan untuk dipelihara. Syaratnya adalah tujuan dari memelihara hewan ini sebagai hewan penjaga atau hewan untuk dijadikan teman berburu.

Memberikan Makan Dan Minum

Hewan juga punya rasa lapar dan dahaga. Termasuk hewan yang diharamkan sekalipun. Atau hewan halal seperti musang yang notabenenya adalah hewan pemakan kopi, bukan pemangsa hewan lain.

Ketika Anda ingin memelihara hewan piaraan, Anda harus memberikan perhatian lebih untuk hewan tersebut. Perhatian itu meliputi pemberian makan dan minum.

Jika Anda membiarkan hewan tersebut dalam keadaan lapar dan dahaga, maka Anda tergolong sedang menyiksa hewan. Dan inilah yang tidak diperbolehkan oleh hukum syar’i.

Tidak Boleh Diperjualbelikan Jika Hewan Tersebut Haram Dimakan

Faktanya, hewan buas seperti anjing masih boleh dipelihara dengan catatan sebagai hewan penjaga atau hewan berburu.

Namun hewan yang haram ini tidak boleh diperjualbelikan lantaran haram untuk dimakan. Jika dijual, maka harta yang didapatkan tergolong harta yang haram pula.

Berbeda dengan musang yang dalam bahasa arabnya dikenal dengan sebutan Tsa’lab. Hewan ini termasuk hewan buruan, dagingnya halal untuk dikonsumsi seseorang.

Halalnya hewan ini tentu menandai jika memelihara musang dalam islam diperbolehkan. Cuma Anda perlu memeliharanya dengan baik.

Yang perlu Anda tahu, musang yang dimaksud adalah hewan tsa’lab, bukan hewan yang disamakan di Indonesia seperti racan, garangan atau hewan buas lain yang dianggap mirip di daerah Anda.

Melainkan hewan ini berupa hewan pemakan tumbuh-tumbuhan seperti kopi. Bukan hewan pemangsa hewan lain yang cenderung jelas keharamannya lantaran memiliki taring sebagai senjata untuk melukai mangsanya.

Kesimpulannya, hewan yang halal untuk dimakan boleh dipelihara selama Anda bisa memberi makan dan minum secukupnya. Ini berlaku pula diperbolehkannya memelihara musang menurut islam yang mana hewan tersebut termasuk hewan bukan pemangsa hewan lain.

Doa Ucapan Ulang Tahun Untuk Anak Islami bahasa arab

Beberapa Ucapan Ulang Tahun Untuk Anak Islami Dari Orang Tua

Selain kado, ucapan ulang tahun untuk anak islami ini juga perlu diberikan, terutama diucapkan oleh orang tua. Setiap tahun, usia anak akan terus bertambah. Dan pada waktu tertentu, dibuatlah semacam perayaan ulang tahun yang menandai bertambahnya usia anak.

Perayaan ini telah banyak dilakukan sebagai bentuk menyambut waktu baru, serta sebagai wujud syukur atas dipanjangkannya usia. Dan perayaan seperti ini terkadang ditunggu oleh kebanyakan anak. Cuma terkadang banyak yang berpendapat jika perayaan tersebut kurang islami. Karena perayaan tersebut dianggap sebagai perayaan yang didasari oleh ikut budaya barat.

Terlepas dari pandangan tersebut, tetap saja perayaan tersebut tidak bisa dilihat sebagai budaya yang tidak baik. Kenapa?

Hal Baik Yang Bisa Diambil Dalam Perayaan Ultah Anak

Berpandangan jika perayaan itu bukan dari islam memang boleh saja, namun jangan menganggap jika perayaan tersebut tidak ada manfaatnya.

Ada banyak hal yang baik dalam sebuah perayaan tersebut. Contohnya adalah memberikan hal yang menceriakan anak.

Kemudian hal baiknya lagi adalah adanya sifat kebersamaan antara anak. Perayaan tersebut tentu akan mengundang banyak sahabat anak. Kedatangan sahabat anak ini bagus untuk melatih sosial anak.

Selain itu, ada kegiatan saling berbagai. Misalnya kue untuk sesama yang bisa orang tua artikan sebagai sodaqoh atas rasa syukur karena bertambahnya usia anak dalam keadaan sehat walafiat.

Beberapa Ucapan Ulang Tahun Yang Lebih Islami

Ucapan ulang tahun islami mungkin dipilih, tentunya untuk menunjukkan kesan yang lebih islami dan diberkahi. Ucapan ini bisa diucapkan oleh anak yang datang, bahkan orang tuanya sendiri.

Ada beberapa contoh dalam mengucapkan selamat secara islami di perayaan ulang tahun anak yang bisa Anda praktekkan.

Pertama adalah “Selamat ulang tahun nak, barokallohu fi umrika, semoga dipanjangkan umur, diberikan kecerdasan dalam segala hal, terutama dalam ilmu agama.”

Kedua adalah “nak, met milad, semoga diberkahi umurmu, pandai dan berguna bagi bangsa, agama dan berbakti pada orang tua.”

Ketiga adalah ‘tiada kado terindah yang bisa kuucapkan selain doa, semoga kebahagiaan selalu dilimpahkan Alloh terhadapmu, met hari lahir.”

Tentunya selain ucapan selamat ulang tahun secara islami untuk anak tidak hanya kata-kata tersebut. Anda bisa merangkainya lebih indah dan yang penting memberikan kesan yang baik untuk anak Anda.

Beberapa Elemen Dalam Ucapan Selamat Ultah Secara Islami

Ucapan Ulang Tahun Untuk Anak Islami

Sebenarnya ucapan selamat pada perayaan ulang tahun tidak dilakukan pada masa lalu, kecuali mungkin hanya beberapa. Yang ada hanyalah doa, diucapkan pada acara tertentu. Pada kasus ini ada di perayaan ulang tahun anak.

Tidak ada doa khusus melainkan doa yang Anda inginkan untuk kebaikan anak itu sendiri. Karena Anda sebagai orang tua tentu punya harapan sendiri pada anak Anda.

Untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun secara islami, ada beberapa elemen yang bisa Anda gunakan.

Pertama adalah ungkapan menyapa dengan nada sayang misalnya anakku yang kubanggakan dan lain sebagainya.

Kedua adalah ucapan selamat ulang tahun. Ini bisa met milad, selamat hari lahir atau semacamnya.

Ketiga adalah doa. Untuk doa ini, Anda sendiri yang memikirkannya. Doa paling biasa adalah panjang umur, sukses di masa depan, berbakti pada orang tua dan lain sebagainya.

Elemen-elemen ini memang terkesan sederhana, tapi bisa menunjukkan kasih sayang Anda bagi anak.

Intinya, ucapan ulang tahun untuk anak islami ini adalah mendoakan anak supaya selalu diberkahi hidupnya, sama seperti doa-doa secara umum.

Usia Ideal Anak Belajar Mengaji membaca iqro

Inilah Usia Ideal Anak Belajar Mengaji Menurut Fatwa Ulama

Usia Ideal Anak Belajar Mengaji

Apakah Anda sudah tahu usia ideal anak belajar mengaji? Apakah anak Anda juga telah mampu tartil ketika membaca alqur’an? Fakta mengenai banyaknya anak di Mamuju yang tidak fasih membaca alqur’an menjadi tamparan besar. Setidaknya, sekitar 400 anak yang mampu mengaji dari 14.000 anak.

Ini cukup memprihatinkan sekali. Padahal, alqur’an sendiri adalah pedoman bagi anak-anak yang beragama islam. Membacanya akan berpahala walaupun tidak mengerti artinya sama sekali. Apalagi jika anak bisa mengenai maksud dari bacaan alqur’annya. Tentu sangat luar biasa, yakni bisa menuntun anak menjadi anak yang sholeh kebanggaan orang tua dan agama.

Sadar akan kenyataan ini, setidaknya Anda sebagai orang tua perlu memperhatikan anak-anak. Misalnya dengan mengajari anak untuk baca alqur’an. Pertanyaannya sekarang adalah kapan waktu yang tepat bagi anak untuk diajari baca alqur’an?

Usia Pas Untuk Mengajarkan Anak Mengaji Menurut Ulama

Ketika anak masih dalam kandungan ibu, orang tua bisa membiasakan anak untuk mendengarkan lantunan ayat alqur’an.

Orang tua yang sering membacakan alqur’an semasa anak masih di kandungan biasanya akan memiliki anak yang cepat tanggap dalam membaca. Karena anak pada masa tersebut sudah bisa mendengar, dan akan terbiasa semasa telah dilahirkan.

Namun begitu, bagi orang tua yang tidak melakukannya, tetap saja ada kesempatan baginya untuk mengajarkan anak mengaji.

Menurut syaikh Khalid Abdul Mu’nim Rifa’i, usia ideal untuk mengajarkan anak mengaji adalah ketika anak sudah berusia 3 tahun.

Pada usia tersebut, akal anak sudah mulai berkembang. Menariknya lagi, memori anak masih murni sehingga akan lebih mudah untuk mengajarinya mengaji.

Bahkan di usia tersebut, anak-anak akan sangat tertarik untuk memahami sesuatu. Dengan kata lain, anak memiliki kecenderungan untuk memahami sesuatu, bahkan ingin menguasainya.

Namun perlu Anda ketahui, anak pada masa tersebut masih belum bisa melafalkan dengan fasih. Jadi, Anda perlu bersabar dengan terus mengajarinya mengaji.

Bagaimana Cara Mengajari Anak Mengaji Alqur’an?

Ketika anak masih usia 3 tahun, anak cenderung suka bermain ketimbang melakukan hal lainnya seperti mengaji. Meskipun begitu, Anda tetap bisa mengajarinya. Tentunya dengan metode yang menyenangkan bagi anak.

Salah satu caranya adalah memantik keingintahuan anak dengan Anda membacakan alqur’an. Anda bisa memberikan contoh terlebih dahulu, misalnya membiasakan mengaji sehabis sholat magrib.

Kemudian kenalkan anak dengan huruf hijaiyah terlebih dahulu. Di sini, Anda bisa menggunakan semacam alat seperti smartphone yang telah terisi bacaan huruf hijaiyah, atau bisa dengan sebuah buku berisikan huruf hijaiyah.

Dalam mengajarinya, Anda tidak bisa memaksa anak. Anda bisa meluangkan banyak waktu untuk anak dalam hal mengaji.

Maksudnya, mengajari anak mengaji alqur’an ini tidak terikat oleh waktu selama anak masih usia 3 tahun.

Anda bisa mengajarinya bila anak-anak merasa ingin mengaji. Yang terpenting, Anda selalu merutinkan anak untuk membaca alqur’an di tiap harinya.

Setelah anak sudah mulai paham huruf hijaiyah, Anda bisa melanjutkan metode pengajaran dengan bacaan kalimat pendek. Tentunya kosakata bahasa arab yang telah diberi harokat.

Baru setelah anak mulai paham, Anda bisa melanjutkan untuk mengajarinya dengan bacaan surat-surat pendek. Dan ini dilakukan secara terus menerus, kemudian mengajarinya mulai dari jus awal.

Perlu diingat, ketika anak usia 3 tahun, Andalah yang punya tugas khusus untuk mengajarinya. Baru ketika anak mulai sekitar 5-6 tahun, Anda bisa meminta orang lain untuk mengajarkan anak mengaji.

Kesimpulannya, ajari anak ketika otakanya berkembang dan memorinya masih bersih agar anak dengan mudah mengikuti apa yang Anda ajarkan. Itulah usia ideal anak belajar mengaji.

Ucapan Kelahiran Anak Islami anak pertama

Ucapan Kelahiran Anak Islami Yang Dicontohkan Ulama

Ucapan kelahiran anak islami tidak hanya sebatas memberikan ucapan selamat, melainkan di dalamnya terkandung doa untuk kebaikan anak. Bahagia itu pasti ketika mendengar saudara atau kerabat yang baru saja dianugerahi seorang anak. Kebahagiaan ini tidak hanya dirasakan oleh orang tua, melainkan juga orang lain seperti keluarga dan sahabat terdekat.

Lahirnya anak memang menjadi pelengkap dalam rumah tangga. Saudara atau rekan biasanya akan datang berbondong-bondong datang untuk memberikan ucapan selamat. Ucapan selamat ini bisa berupa kartu ucapan kelahiran anak, bisa juga ucapan secara langsung sewaktu hadir di keluarga yang bersangkutan.

Contoh ucapan yang sering diucapkan adalah “selamat atas kelahiran buah hati yang dinantikan” dan lain sebagainya.

Sebenarnya ucapan tersebut sudah cukup. Tentunya sebagai ungkapan ikut bahagia atas kelahiran bayi.

Namun bagi sebagian orang, ada juga yang menginginkan untuk memberikan ucapan selamat secara islami. Tapi, seperti apa cara memberikan ucapan selamat yang diajarkan oleh para ulama’?

Alasan Mengucapkan Selamat Kelahiran Versi Islami

Setiap orang memiliki alasan berbeda-beda ketika ingin memberikan ucapan selamat. Alasannya paling utama adalah menunjukkan rasa bahagia yang sama seperti yang dirasakan oleh orang tua yang melahirkan anak tersebut.

Sekilas tampak biasa saja, karena semua orang bisa melakukannya. Hanya saja, ucapan selamat atas kelahiran versi islami dianggap lebih bagus, terutama bagi Anda yang ingin memberikan ucapan selamat mengikuti sunnah atau ajaran yang diwariskan oleh islam.

Ucapan yang diajarkan oleh para ulama tentunya jauh memberikan kesan. Karena selain berpahala karena mengikuti ajaran, ucapan selamat tesebut juga mengandung doa yang baik untuk anak kedepannya.

Itulah mengapa banyak orang yang mulai menggunakan ucapan selamat atas kelahiran bayi secara islami, baik dalam bentuk ucapan ataupun tulisan.

Ucapan Selamat Atas Kelahiran Anak Versi Ulama’

Anak terlahir ke dunia merupakan anugerah yang perlu disyukuri oleh orang tuanya. Kehadirannya akan menjadi penerus generasi islam yang akan memperbesar umat nabi Muhammad.

Kelahiran anak ini memang ditunggu-tunggu. Harapan orang tuanya adalah anak yang dilahirkan akan pandai, sholeh/sholehah, berguna bagi Negara dan bagi islam.

Ketika ada anak yang terlahir, ucapan sekaligus doa memang perlu diberikan. Tentunya bagi orang tua, sampai orang-orang terdekat seperti sahabat dan keluarga besar.

Mengenai ucapan selamat atas lahirnya anak yang diajarkan oleh ulama cukup banyak. Salah satu ucapan selamat yang simpel tapi memiliki makna besar adalah sebagai berikut ini.

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ “Jaalahullohu mubarokan alaika waala ummati muhammadin”.

Artinya: semoga Alloh menjadikan anak tersebut berkah bagi kamu (orang tua) dan bagi umat nabi Muhammad SAW.

Maksud Dari Doa/Ucapan Selamat Kelahiran Anak

Ucapan selamat kelahiran anak di atas bukan hanya sebatas ucapan, melainkan sebuah doa yang penuh makna. Doa tersebut memiliki makna dalam, yakni semoga anak yang lahir membawa kebaikan bagi orang tuanya dan membawa kebaikan bagi islam.

Keberkahan ini tidak lain sebagai wujud tambahnya kebaikan bagi agama kedepannya. Tentunya tanpa mengesampingkan harapan berguna untuk bangsa dan Negara di masa mendatang. Kemudian anak yang diberkahi tentunya berguna bagi orang tuanya. Artinya, anak tersebut bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Anak yang sholeh/sholehah inilah yang diidam-idamkan oleh orang tua sekaligus agama. Kenapa? Karena anak tersebut cerdas, sopan, dan lebih cenderung melakukan hal baik.

Intinya, ucapan selamat atas kelahiran akan baik jika disertai dengan doa yang baik. Jadi, mari biasakan untuk menggunakan ucapan kelahiran anak islami ini.

Bahaya Makan Mie Instan Untuk Anak dan balita

Bahaya Makan Mie Instan Untuk Anak Yang Harus Orang Tua Ketahui

Meskipun ada bahaya makan mie instan untuk anak, namun jika Anda perhatikan masih saja banyak orang tua yang kurang memberikan perhatian lebih terhadap hal yang satu ini. Bahkan jika diperhatikan seolah-olah para orang tua menganggap mie instan ini jenis makanan yang wajar dan tidak berbahaya untuk anak.

Siapa yang tidak kenal dengan mie instan. Jenis makanan yang satu ini bisa dikatakan salah satu menu makanan favorit bagi orang Indonesia. Selain dari segi harga yang sangat terjangkau, kepraktisan cara membuatnya menjadi beberapa alasan terbesar kenapa mie instan banyak digemari masyarakan Indonesia.

Bahkan di Indonesia sendiri mie instan ini hadir dengan berbagai merek serta rasa yang tentu saja semakin menambah mie instan menjadi salah satu menu makanan favorit yang ada di Indonesia.

Sebenanrnya sudah banyak yang paham jika mie instan ini merupakan makanan yang memiliki bahaya serta tidak baik untuk dikonsumsi. Terlebih lagi bagi anak-anak. Memangnya apa bahaya makan mie instan bagi anak?

5 Bahaya Makan Mie Instan Pada Anak

Bahaya Makan Mie Instan Untuk Anak

Dibalik lezatnya mie instan ini ternyata tersimpan bahaya yang besar. Namun kebanyakan orang kurang memperhatikan bahaya yang ada pada mie instan tersebut. Apalagi jika mie instan ini sering dikonsumsi oleh anak-anak. Berikut ini adalah beberapa bahaya mie instan untuk anak yang harus orang tua ketahui:

  1. Penyakir Kanker

Tahukah Anda jika ternyata hampir semua bumbu dari mie instan ini mengandung zat pengawet. Jika buah hati Anda sering mengkonsumsi mie instan maka bisa menyebabkan terjadinya kanker. Perkembangan dari sel kanker ini ternyata dipicu oleh kandungan zat pengawet yang ada pada mie instan tersebut.

  1. MSG Berlebihan

Kandungan MSG (Moni Sodium Glutamat)  yang tingga pada bumbu mie instan ternyata juga bisa menjadi pemicu berkembangnya sel kenker atau zat karsinogenik di dalam tubuh buah hati Anda. Sehingga potensi buah hati menderita penyakit kanker menjadi semakin besar.

  1. Terganggunya Sistem Pencernaan

Bahaya mie instan pada anak selanjutnya adalah bisa mengganggu sistem pencernaannya. Zat lilin yang terkandung pada mie instan bisa memberikan efek buruk terhadap sistem pencernaan buah hati Anda.

Anak yang sering mengkonsumsi mie instan bisa berakibat terjadinya penumpukan atau terakumulasinya zat lilin di dalam tubuh anak sehingga bisa berefek sistem pencernaanya menjadi terganggu.

  1. Kebocoran Usus

Salah satu bahaya memakan mie instan untuk anak adalah kebocoran pada usus. Anak yang terlalu sering makan mie instan bisa berakibat dinding usus semakin menipis. Terlebih lagi untuk anak di bawah usia 6 tahun.

Untuk itulah disarankan jangan terlalu sering membiarkan buah hati untuk mengkonsumsi mie instan. Meskipun buah hati Anda menjadi lahap makannya jika menunya adalah mie instan.

  1. Menyebabkan Konstipasi

Menyebabkan konstipasi atau yang lebih dikenal dengan kesulitan pada sistem pencernaan merupakan salah satu bahaya mie instan bagi anak lainnya. Hal ini lantaran mie instan ini memiliki kandungan lemak serta karbohidrat yang tinggi namun kandungan seratnya rendah.

Selain itu mengkonsumsi mie instan secara berlebihan juga dapat menyebabakan perut menjadi kembung sampai berpengaruh ke usus dan organ pencernaan lainnya. Untuk itulah jangan membiasakan anak untuk mengkonsumsi mie instan.

Melihat banyaknya efek negatif makan mie instan untuk anak, sebagai orang tua sudah seharusnya Anda perlu memberikan perhatian lebih terhadap hal yang satu ini. Apalagi bahaya makan mie instan untuk anak ini potensinya lebih besar jika dibandingkan dengan orang dewasa.

 

Contoh Cara Sunat Untuk Anak Gemuk

Pilihan Terbaik Cara Sunat Untuk Anak Gemuk

Cara sunat untuk anak gemuk menjadi menarik untuk diulas lantaran umumnya sunat untuk anak gemuk ini lebih sulit lantaran umumnya penis anak tertutupi oleh lemak sehingga seakan-akan menjadi tersembunyi. Lantas seperti apa pilihan cara sunat anak gemuk yang paling aman?

Sebenanrnya apa yang membuat sunat anak gemuk sulit? Apakah ada cara khusus untuk sunat anak yang gemuk? Lantas bagaiman solusi sunat untuk anak gemuk? Apa saja yang harus dipersiapan oleh orang tua yang ingin menyunatkan anaknya yang gemuk?

Pada dasarnya sunat untuk anak gemuk ini menjadi sulit lantaran terkadang ada lemak yang menutupi penis anak sehingga seolah-olah mejadi tersembunyi. Sehingga membuat situasi menjadi lebih sulit jika dibandingkan dengan ketika menyunat anak yang tidak berbadan gemuk.

Di dalam dunia medis, situasi seperti ini sering disebut dengan sindrom ‘Penis Tertimbun’. sindrom ‘Penis Tertimbun’ ini sering sekali dialami oleh anak-anak yang gemuk. Bahkan banyak orang dewasa juga yang mengalami situasi semacam ini.

Umumnya lemak yang ada di bagian bawah perut turun lalu akan dibarengi juga dengan lemak pada area selangkangan akan menghimpit batang penis. Sehingga apa yang terjadi, penis anak menjadi tersembunyi.

Kondisi semacam inilah yang membuat anak yang berbadan gemuk menjadi sedikit sulit saat disunat. Bahkan banyak orang tua yang mengeluh setelah disunat penis anaknya tidak tampak seperti habis disunat.

Bisa dikatakan bukan hal yang mudah melakukan prosedur khitan untuk anak yang gemuk. Sebab bias jadi nanti setelah disunat kulup penis akan kembali seperti semula lagi seolah-olah anak belum disunat.

Maka dari itu, banyak rumah sakit ataupun klinik yang bahkan menyarankan anak supaya melakukan diet atau terapi hormon terlebih dahulu sebelaum proses sunat dilakukan. Namun tentunya hal seperti ini tidak mudah untuk dilakukan. Terlebih lagi bagi anak-anak.

Untuk itulah sebagai orang tua, memilih rumah sakit atupun klinik yang memiliki metode sunat untuk anak gemuk adalah solusi yang paling bijak. Ketimbang Anda memaksa buah hati untuk mlakukan diet ataupun terapi hormon terlebih dahulu.

Solusi Sunat Untuk Anak Gemuk

Contoh Cara Sunat Untuk Anak Gemuk

Saat ini sudah banyak rumah sakit ataupun klinik yang bisa menangani dengan sangat baik situasi semacam itu. Bahkan anak yang berbadan gemuk ditangani dengan normal seperti halnya ketika mensunat anak yang tidak gemuk.

Meskipun tidak dipungkiri juga bahwa metode yang digunakan berbeda. Kondisi yang berbeda inilah yang membuat cara khitan untuk anak gemuk dengan anak yang tidak gemuk menjadi berbeda.

Namun meskipun caranya berbeda, bisa dipastikan tingkat keamanannya sangat terjamin. Yang paling penting, hasilnya maksimal dan anak tidak perlu melakukan hal yang memberatkan, yakni harus melakukan diet atau terapi hormon terlebih dahulu.

Dengan menggunakan teknik khusus sunat untuk anak gemuk ini Anda jadi tidak perlu menunda-nunda lagi untuk mengkhitan anak Anda. Tidak perlu menunggu sampi anak menjadi langsing.

Dengan memilih rumah sakit atau klinik yang tepat yang memiliki cara khusus sunat untuk anak gemuk, anak bisa disunat kapanpun sesuai dengan jadwal yang sudah Anda rencanakan dari jauh-jauh hari.

Jangan sampai Anda merasa terbebani ataupun merasa khawatir dengan kondisi berat badan anak Anda. Sebab saat ini sudah banyak rumah sakit ataupun klinik yang memiliki cara sunat untuk anak gemuk dengan hasil yang memuaskan.

 

Tips makan sahur agar kuat puasa tidak lapar dan lemas

Mau Puasa Terasa Lebih Ringan? Simak Tips Makan Sahur Agar Kuat Puasa Ini!

 

Tips makan sahur agar kuat puasa ini cukup penting, terutama untuk jaga-jaga supaya puasa lebih menyenangkan, jauh dari kesan lemah dan lesu. Selama puasa, Anda diwajibkan untuk menjaga diri dari menelan sesuatu, apapun bentuknya. Yang artinya, asupan apapun tidak diperbolehkan selama menjalankan ritual puasa.

Bagi yang belum terbiasa, rasa lapar pasti ada. Namun bukan berarti jika lapar ini akan terasa sangat memberatkan. Tentunya bila Anda menerapkan beberapa hal selama makan sahur. Inti dari puasa menyenangkan adalah pada saat bersantap sahur. Anda perlu pandai dalam menyiapkan menu sahur. Tujuannya tentu saja agar apa yang Anda konsumsi bisa menjadi jalan ibadah, membuat perut tidak mudah lapar sepanjang hari.

Di sini, Anda akan diajak untuk lebih cerdas memilih sajian di kala waktu sahur tiba. Jadi, simak benar-benar tipsnya di bawah ini!

Pertama, Pilihlah Makanan Yang Kaya Akan Kandungan Karbohidrat Komplek

Tips pertama yang perlu Anda perhatikan adalah pemilihan makanan. Makanan yang bagus untuk dikonsumsi ketika waktu sahur adalah beras merah, kentang, ataupun ubi.Makanan ini sangat bagus untuk menjaga tubuh terpenuhi asupan gizi. Kemudian, asupan tersebut juga cukup baik dalam hal diserap oleh tubuh. Karena memang asupan tersebut bersifat lambat diserap.

Dengan kata lain, zat yang dibutuhkan oleh tubuh selalu ada di tiap dibutuhkan oleh tubuh. Dan itu bisa didapatkan dari makanan-makanan yang termasuk dalam makanan mengandung karbohidrat komplek.

Kedua, Lengkapi Sayuran Dan Buah

Sudah barang tentu sayuran dan buah adalah asupan baik untuk tubuh. Buah dan sayur selalu menjadi teman baik untuk kesehatan. Terutama dalam menjaga tubuh lebih ideal, tercukupi nutrisi, sampai menahan pemprosesan glukosa lebih cepat.

Ingat, kadar gula dalam darah selama puasa sangat mudah menurun karena digunakan untuk beraktifitas. Akibatnya, tubuh sangat mudah capek.

Anda bisa mengakalinya dengan menahan penggunaan glukosa dari makanan secara efisien. Yaitu dengan memanfaatkan buah dan sayur yang kaya akan kandungan serat.

Ketiga, Perbanyak Minum Air Putih

Tips agar kuat puasa seharian selanjutnya adalah membiasakan diri minum air putih pada waktu sahur.

Anda bisa minum air mineral cukup banyak ketika masa berbuka selama berkala. Kemudian untuk waktu sahur, usahakan untuk minum kurang lebih 2 gelas air mineral.

Air mineral ini bisa menjaga tubuh lebih terhidrasi. Ini berarti jika tubuh akan tetap segar selama seharian penuh.

Supaya pengaruhnya bisa terlihat, Anda perlu memperhatikan asupan garam di tiap kali sahur. Pastikan untuk tidak mengkonsumsi garam terlalu banyak dalam sajian santap sahur.

Pasalnya, garam tinggi membuat Anda mudah dehidrasi. Akibat lainnya adalah membuat perut sangat mudah lapar. Jadi, minimalkan penggunaan garam tinggi dalam makanan sahur.

Keempat, Akhirkan Sahur

Tips yang terakhir supaya kuat puasa adalah memilih waktu makan sahur di akhir waktunya. Minimal Anda tidak terlalu mepet dengan waktu fajar tiba.

Dikhawatirkan jika terlalu mepet, Anda akan terburu-buru. Akhirnya, Anda menyantap makanan tanpa pikir dua kali.

Intinya, Anda sudah mengatur waktu sahur yang diinginkan. Kemudian bangun untuk sahur dengan menu yang bisa mengenyangkan di sepanjang hari.

Dan yang terakhir adalah biasakan untuk tidak tidur setelah sahur. Fungsinya adalah untuk membiasakan diri puasa di hari selanjutnya.

Dengan menerapkan empat hal di atas, puasa Anda akan lebih terjaga. Jadi, sudah siap menerapakan tips makan sahur agar kuat puasa di atas?

jam berapa Waktu Yang Tepat Untuk Makan Sahur

Inilah Waktu Yang Tepat Untuk Makan Sahur Di Bulan Puasa

Waktu Yang Tepat Untuk Makan Sahur

Sahur bisa dilakukan kapan saja sepanjang malam, namun mengenai keberkahan, tahukah Anda tentang waktu yang tepat untuk makan sahur di tiap malam bulan puasa?Sahur sendiri merupakan satu paket dalam puasa. Sahur ini berupa makan dan minum untuk menjaga kebugaran di sepanjang hari.

Di masyarakat sendiri, sahur terkadang dianggap sepele. Ada yang merasa sangat kuat puasa, kemudian sahur tidak dilakukan. Padahal, sahur sendiri merupakan sebuah anjuran. Yang berarti jika dilakukan menjadi bagian kesunnnahan yang berpahala. Lagian, sahur ini gunanya untuk membuat Anda kuat menahan lapar sejak fajar terbit sampai terbenamnya matahari.

Pertanyannya sekarang adalah kapan waktu yang pas untuk makan sahur. Inilah yang akan diulas di bawah ini.

Waktu Yang Baik Untuk Makan Sahur

Diriwayatkan oleh imam Ahmad bahwa janganlah kalian tinggalkan sahur meskipun kalian hanya minum seteguk air. Sesungguhnya Alloh dan malaikatNya bershalawat kepada orang yang melaksanakan sahur.

Di sini, gambaran puasa yang bagus tentu diikuti dengan sahur. Sama halnya dengan berbuka. Karena pengertian puasa sendiri adalah menahan lapar dan dahaga yang mana dimulai dari saat fajar sampai terbenamnya matahari.

Sahur sendiri sangat dianjurkan bagi orang yang melaksanakan puasa. Bahkan dalam riwayat imam ahmad di atas menunjukkan kalau sahurnya hanya dengan seteguk air minum saja.

Karena di dalam makan sahur tersebut, ada sisi keberkahan yang besar dimana Alloh dan malaikatNya akan bershalawat, dihadiahkan untuk orang yang melaksanakan sahur tersebut.

Sementara mengenai waktu untuk makan sahur yang tepat, nabi Muhammad SAW mengajarkan orang untuk makan sahur di akhir pagi. Hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan imam Bukhori berikut.

Dari Anas bin Malik ra, bahwasannya Nabi SAW dan Zaid bin Tsabit ra pernah makan sahur. Ketika keduanya selesai makan sahur, nabi SAW berdiri untuk sholat, lalu beliau mengerjakan sholat. Kami bertanya pada Anas tentang berapa lama antara selesainya makan sahur mereka berdua dan waktu melaksanakan sholat shubuh. Anas menjawab, yaitu sekitar seseorang membaca 50 ayat alqur’an.

Dari sini, imam syafi’i menafsirkan kalau hadis ini menjadi sebuah dalil tentang sunnahnya jika orang yang berpuasa mengakhirkan sahur. Bahkan mendekati waktu subuh sebagaimana yang diajarkan oleh nabi SAW.

Hikmah Mengakhirkan Waktu Sahur

Mengakhirkan waktu sahur di tiap paginya tentu baik dilakukan. Ini merupakan sebuah sunnah yang berpahala, dan tentunya penuh dengan keberkahan.

Ditinjau dari sisi yang berbeda, mengakhirkan waktu sahur menjadi sebuah ruhsoh atau keringanan buat orang yang akan menjalankan puasa.

Orang yang puasa tidak dituntut untuk makan sahur di tengah malam, apalagi sebelumnya yang bisa membuat perut terasa sangat lapar di pagi harinya.

Artinya, mengakhirkan waktu sahur ini ditujukan agar tidak memberatkan bagi yang menjalankannya. Secara puasa sendiri menahan diri dari makan dan minum selama beberapa jam.

Selain meringankan, mengakhirkan waktu makan sahur bisa meminimalisir orang untuk melalaikan kewajiban sholat subuh.

Normalnya, sahur di tengah malam akan membuat kantuk. Kantuk yang tak tertahankan akan membuat orang tidur pulas. Akhirnya, orang akan bangun lebih lama sampai waktu subuh terlewati.

Berbeda jika orang sahur mendekati waktu subuh, tentu orang tidak mudah lalai untuk melaksanakan kewajiban sholat subuh.

Demikianlah ulasan mengenai waktu yang tepat untuk makan sahur beserta hikmah kenapa orang melakukan sahur di waktu tersebut.

Hukum Memelihara Jenggot Sunnah Atau Wajib

Sebenarnya Memelihara Jenggot Sunnah Atau Wajib? Inilah Penjelasannya

Memelihara Jenggot Sunnah

Sebenanrnya hukum memelihara jenggot sunnah atau wajib? Dewasa ini sebagian pembenci Islam beranggapan serta mengopinikan jika jenggot sebagai ciri khas dari teroris. Maka jika ada orang Islam yang memelihara jenggot maka ia merupakan teroris atau minimal berpikiran intoleran dan radikal.

Dan di sisi yang lain, ada sebagian umat Islam yang dengan begitu gigih dan begitu kuat keinginannya untuk mengikuti sunnah-nya tanpa kurang memahami persoalan khilafiyah. Sehingga yang terjadi selanjutnya adalah jenggot menjadi tolak ukur atau standar ahlus sunnah dan ahlul bid’ahnya seseorang.

Jadi yang memelihara jenggot adalah ahlus sunnah dan yang mencukur jenggotnya merupakan ahlul bid’ah. Kelompok ini juga menutup mata terhadap fakta yang ada bahwa dalam hal ini ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban dari memelihara jenggot.

Sehingga kelompok ini sangat mudah mengklaim bahwa kebenaran hanya ada pada dirinya ataupun komunitasnya. Sedangkan yang menyelisihinya sudah pasti salah mutlak. Berislam yang seperti inilah yang akhirnya mendatangkan stigma buruk bagi Islam itu sendiri.

Terlepas dari semua itu, sebenarnya seperti apa hukum dari memelihara jenggot ini? Apakah hukum memelihara jenggot sunnah ataukah wajib?

Penjelasan Hukum Memelihara Jenggot

Untuk mencari hukum dari memelihara jenggot, ada khadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ibn Umar yang artinya” Dari Ibn Umar dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Tampillah kalian berbeda dengan orang-orang musyrik, peliharalah jenggot dan cukurlah kumis”. Dan ketika Ibn Umar melaksanakan haji atau umrah, beliau memegang jenggotnya, dan ia pun memotong bagian yang melebihi genggamannya” (Shahih al-Bukhari, 5442).

Namun yang perlu Anda pahami, meskipun hadist di atas menggunakan kata perintah, namun tidak serta merta menunjukkan kewajiban dari memenjangkan jenggot serta kewajiban untuk mencukur kumis.

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat dalam menyikapinya. Kalangan Syafi’iyyah mengatakan bahwa perintah di atas menunjjukan sunnah. Perintah tersebut tidak menunjukkan sesuatu yang pasti atau tegas.

Hal ini dibuktikan dengan Ibn Umar sebagai sahabat yang mendengarnya langsung dari Rasulullah SAW masih tetap memotong jenggot yang melebihi dari genggamannya. Perintah wajib itu akan berlaku manakala petintahnya tegas.

Dari alasan ini sebenarnya sudah sangat jelas bahwa perintah Nabi SAW ini tidak murni urusan agama. Namun lebih terkait dengan kebiasaan atau adat istiadat. Dan ketika perintah tersebut ada keterkaitan dengan adat maka ini tidak bisa diartikan dengan wajib.

Jadi hukum yang muncul dari perintah tersebut bisa sunnah atau bahkan juga bisa mubah atau boleh. Jadi jika ada pertanyaan bagaimana hukum memelihara jenggot wajib atau sunnah jika melihat hadits di atas maka bisa dihukumi sunnah.

Atas dasar pertimbangan tersebut, maka kebanyakan ulama Syafi’iyyah berpendapat jika memelihara jenggot serta mencukur kumis hukumnya sunnah bukan wajib. Maka dari itu tidak berdosa ketika Anda memutuskan untuk mencukur jenggot Anda.

Apalagi jika Anda merupakan tipe orang yang malah hilang ketampanan, kerapian, kebersihan, serta kewibawaannya ketika ada jenggot di wajah. Contohnya saja Anda memerupakan tipe orang yang memiliki wajah yang tidak cocok ketika ditumbuhi oleh jenggot, atau Anda merupakan tipe orang dengan jenggot yang tumbuh hanya sedikit.

Untuk itulah memahami sebuah hadist itu tidaklah mudah. Banyak unsur yang menjadi pertimbangan sehingga bisa menangkap makna dari sebuah hadist tersebut. Bukan lantaran ada perintah memelihara jenggot terus Anda menyimpulkan bahwa perintah tersebut wajib untuk dilakukan.

Jadi kesimpulannya adalah hukum memelihara jenggot sunnah atau wajib menurut ulama Syafi’iyyah hukumnya adalah sunnah bukan wajib.

 

Pahala dan Hukum Memelihara Kucing Dalam Islam

Hukum Memelihara Kucing Dalam Islam Dan Tips Memelihara Kucing

Pahala dan Hukum Memelihara Kucing Dalam Islam

Bagaimana hukum memelihara kucing dalam Islam ? Apakah wajib, sunnah, mubah, makruh, ataukah haram? Kemudian bagaimana cara memelihara kucing yang baik dan benar? Apakah ada trik khusus saat ingin memelihara kucing ini?

Sebelum mengulas bagaiman cara yang baik memelihara kucing, mari sama-sama kita melihat sebenarnya bagaimana hukum dari memelihara kucing menurut Islam?

Rasulullah SAW memiliki hewan kesayangan berupa kucing yang beliau namai dengan nama Mueeza. Bahkan saking sayangnya, Beliau rela memotong jubahnya lantaran tidak ingin mengganggu kucing peliharaannya yang pada saat itu sedang tertidur lelap di atas jubah Rasulullah SAW.

Dan perlu Anda ketahui bahwa kucing ini bukan merupakan hewan yang najis. Jadi dari segi hukumnya, memelihara kucing di dalam Islam adalah mubah atau boleh. Bahkan Rasulullah SAW tidak melarang sahabatnya berwudlu menggunakan air bekas minuman dari kucing.

Bahkan kepada para sahabatnya, Nabi SAW berpesan agar supaya menyayangi kucing peliharannya layaknya ketika menyayangi keluarganya sendiri.

Hukum untuk mereka yang menyakiti kucing ini terbilang sangatlah serius, di dalam sebuah hadits shahih Al-Bukhori dikisahkan bahwa ada seorang wanita yang tidak pernah memberikan makan kucing peliharaannya, selain itu wanita tersebut juga tidak melepas kucing peliharaannya tersebut. Dan apa yang terjadi, dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa api nerakalah yang pantas didapatkan oleh wanita tersebut.

Tidak hanya Nabi SAW yang memiliki kucing peliharaan, Aisyah RA yang merupakan istri dari Nabi SAW juga mempunyai kucing peliharaan. Bahkan ada salah satu sahabat Nabi SAW seorang ahli hadist yang bernama Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi yang mendapatkan julukan Abu Hurairah yang berarti bapak para kucing jantan lantaran beliau ini sangat sayang merawat dan memlihata kucing.

Jadi jika melihat cerita di atas, hukum dari memelihara kucing di dalam Islam sudah sangat jelas, yakni hukumnya mubah atau boleh. Namun lantaran api neraka adalah balasan bagi Anda yang menelantarkan kucing peliharannya, untuk itu rawatlah kucing peliharaan Anda dengan sebaik-baiknya.

Tips Memelihara Kucing

Islam menghukum orang yang menelantarkan kucing peliharannya dengan siksa dari api neraka. Agar supaya bisa memelihara kucing dengan baik dan benar, cobalah untuk mempraktikkan beberapa tips memelihara kucing berikut ini:

  1. Sediakanlah Tempat Tidur Khusus Untuk Kucing

Pada dasarnya kucing membutuhkan tempat yang baik dan nyaman untuk tidur. Selain itu hal ini dimaksudkan agar supaya kucing tidak tidur di sembarang tempat. Hal ini juga dimaksudkan supaya bulu-bulu kucing yang tertinggal saat selesai tidur tidak berserakan dimana-mana. Apalagi jika ada anggota keluarga yang alergi terhadap bulu kucing.

  1. Sediakan Tempat Khusus Kucing Untuk Menggaruk

Perlu Anda ketahui, secara naluriah, kucing memiliki kuku-kuku yang tajam dan perlu untuk diasah. Jadi secara berkala, kucing ini akan mengasah ketajaman dari kuku-kukunya ini.

Biasanya, ketika di alam bebas, kucing akan melakukannya dengan menggaruk-garuk batang pohon. Namun karena ini di dalam rumah, Anda sering mendapati kucing yang sering menggaruk-garuk bagian dari pinggir kursi ataupun tembok.

Untuk itu agar supaya perabotan rumah tidak rusak akibat cakaran dari kucing ini, ada baiknya Anda menyediakan tempat khusus untuk kucing menggaruk-garukkan kukunya ini.

  1. Sediakan Tempat Untuk Membuang Kotoran

Meskipun ada hewan peliharaan di dalam rumah, namun tentunya kebersiahan dari rumah tatap harus menjadi prioritas utama. Akan sangat menjengkelkan jika di dalam rumah ada bau yang tidak enek lantaran ada kotoran hewan di mana-mana.

Untuk itulah kenapa Anda harus menyediakan tempat khusus kucing untuk membuang kotorannya. Dibeberapa toko hewan juga sudah menyediakan pasir khusus untuk kucing membuang kotorannya.

Lantaran Rasulullah SAW dan para sahabatnya banyak yang memelira kucing, jadi bisa disumpukan jika hukum memelihara kucing dalam Islam adalah mubah atau boleh.