All posts by rully irawan

About rully irawan

Contact Person : 0858 1346 6196 atau BBM 7D896732

Binatang yang boleh dipelihara dalam Islam di rumah

header niko 728 x 90

Binatang Yang Boleh Dipelihara Dalam Islam Dan Binatang Yang Dilarang

Binatang yang boleh dipelihara dalam Islam adalah binatang yang tidak najis. Misalnya ikan dan burung. Adapun hewan peliharaan yang dapat diternakkan. Seperti domba, sapi, kerbau. Boleh juga menternak ayam, bebek, dan masih banyak lagi. Binatang-binatang yang sudah disebut tersebut dapat menghasilkan uang dan dagingnya dapat dimakan.

Daging binatang peliharaan yang disebutkan boleh dimakan sendiri. hukumnya halal. Boleh juga dijualbelikan. Daging hewan piaraan yang disebutkan di atas bisa saja menjadi haram, apabila selama proses penyembeliharannya tidak menyebut nama Allah SWT.

Ada Binatang yang boleh dipelihara dalam Islam, namun ada juga binatang yang tidak dibolehkan dipelihara. Binatang yang tidak dibolehkan antara lain anjing dan babi. Anjing merupakan salah satu binatang yang tidak boleh dipelihara karena alasan air liyur anjing najis.

“Bila seekor anjing minum dari wadah milik kalian, maka cucilah 7 kali.” (HR Bukhori 172, muslim 279,90). Dalam hadis ini menyoroti bukan anjingnya yang diharamkan, melainkan liur si anjing.  Islam agama yang tidak kaku. Bukan berarti mengharamkan anjing sebagai hewan najis. Diperbolehkan memelihara anjing dengan fungsi dan alasan yang jelas. Dengan catatan, liur anjing tidak tercecer dan mengotori tempat-tempat penting seperti tempat ibadah. Jika tempat ibadah terkena najisnya anjing, wajib dibersihkan. begitupun dengan kulit kita yang terkena air liur anjing, juga wajib dibersihkan sebanyak 7 kali.

Dalam kisah Ashabul Kahfi, ada segerombol pemuda yang melakukan perjalanan. Di belakangnya, ada seorang anjing yang selalu mengikuti pemuda tersebut. Saat sang pemuda menjalankan ibadah sholat, si Anjing setia menunggu di depan surau. Singkat cerita, si Anjing yang setia mengikuti sang pemuda tersebut dinobatkan sebagai anjing yang kelak akan masuk surga.

Ajaran Islam selain memberikan petunjuk binatang yang boleh dipelihara dalam Islam juga melarang beberapa hewan karena ada alasan secara ilmiah. Misalnya kasus  larangan memelihara anjing karena liur anjing najis ada alasannya. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa air liur anjing mengandung banyak bakteri dan bibit penyakit berbahaya. Tidak hanya air liurnya saja, gigitan anjing juga dapat menyebabkan rabies dan berbahaya bagi yang digigit.

Selain anjing, hewan yang tidak diperbolehkan dipelihara adalah babi. Babi dilarang dipelihara dan diternakan karena daging babi terdapat cacing pita. Bahaya cacing pita dapat berbahaya untuk kesehatan. Di dalam Al-Quran pun disebutkan beberapa larangan memelihara hewan tertentu sebagai berikut.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah.” (QS. Al Baqarah: 173)
Firman-Nya:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al Maa’idah: 3)

Dan firman-Nya:
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالْدَّمَ وَلَحْمَ الْخَنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.” (QS. An Nahl: 115)

Itulah ulasan tentang binatang yang boleh dipelihara dalam Islam dan binatang yang tidak boleh dipelihara. Pada dasarnya, agama hadir sebagai petunjuk. Larangan yang dikeluarkan dalam agama Islam karena memiliki alasan. Alasan yang membahayakan untuk manusia. Semoga ulasan ini bermanfaat.

 

Hukum Memasang Foto Di FB Menurut Islam memajang foto di sosmed

Hukum Memasang Foto Di FB Menurut Islam serta  memajang foto di sosmed Lainnya

Hukum memasang foto di FB menurut Islam tidak ada yang menyebutkan secara langsung. Boleh memasang foto di FB dengan catatan tidak membuka aurat. Tidak ada larangan atau aturan yang mengharamkan memasang foto, baik di FB maupun memasang foto di rumah. Banyak para kyai pun jug memasang foto ulama kharismatik di dinding rumahnya.

Hukum memasang foto di FB menurut Islam tidak disarankan apabila foto yang dipasang membuka aurat. Lantas, kategori yang dikatakan membuka aurat, apa sajakah itu? Berikut ulasannya berdasarkan empat mahzab.

Hanafiyah

Berdasarkan mahzab hanafiyah, batas aurat pada laki-laki dari pusar sampai lutut. Lain lagi dengan batas aurat pada perempuan seluruh badan kecuali muka, tangan, telapak kaki dan punggung kaki. Mahzab hanafiyah menyampaikan bahwa suara wanita dikatakan sebagai aurat apabila suara merdu saat membaca atau yang sengaja dibuat-buat termasuk aurat. Begitupun bagian kaki. Bagian kaki dikatakan aurat apabila dilihat dipegang.

Malikiyyah

Hukum memasang foto di FB menurut Islam dari sudut pandang malikiyyah tidak boleh memasang foto jika memperlihatkan auratnya. Aurat wanita dari mahdzab malikiyah dibagi menjadi dua kategori, yaitu aurat mugholladhoh dan mukhoffafah. Aurat mugholladhoh pada budak perempuan meliputi pantant antara keduanya (kemalauan dan rambut kemaluan). Sedangkan aurat Mukhaffah pada budak perempuan meliputi paha, rambut kemaluan dan pusat.

Batas aurat perempuan merdeka juga dibagi dua, yaitu mugholladhoh dan mukhoffafah. Aurat mugholadhoh seluruh badan kecuali leher, punggung kaki, kepala, punggung dan dada. Sedangkan aurat mukhoffafah seluruh badan kecuali tangan dan wajah. Sedangkan aurat pada laki-laki antara pusar sampai lutut selain dua lubang.

Syafi’iyyah

Batas aurat syafi’iyyah pada budak perempuan sama dengan batas aurat laki-laki, yaitu di antara pusar dan lutut. Sedangkan aurat untuk perempuan merdeka seluruh badan kecuali bagian wajah dan telapak tangan.

Hanabilah

Hukum memasang foto di FB menurut Islam, terutama dari Hanabillah batas aurat pada budak parempuan adalah pusar dan lutut. Sedangkan aurat untuk perempuan merdeka, seluruh badan kecuali wajah, kedua tangan, betis, kaki dan dan lutut. berbeda batas aurat pada laki-laki menurut hanabilah, yaitu antara pusar dan lutut.

Dari ulasan tersebut jelas, bahwa hukum memasang foto di FB menurut Islam tergantung dari sudut pandangnya. Selama foto itu tidak mengundang nafsu dan syahwat, maka memasang foto tidak masalah. Karena banyak juga foto-foto para kyai dan alim ulama yang juga dipasang di dinding rumah. Sebaliknya, jika foto yang diunggah menimbulkan nafsu ataupun mengundang dari fitnah, maka foto itu yang perlu diwaspadai.

Allah berfirman dalam surah Al A’raf (7:31) sebagai berikut.

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allâh tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. [al-A’raf: 7:31]

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu pun berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَمْثَالِ أَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَتُوجَدُ مِنْ مَسِيْرةٍ كَذَا وَكَذَا

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian, tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim, no. 2128]

 

Hukum dan Larangan Selfie Menurut Islam bagi muslimah

Larangan Selfie Menurut Islam Dan Ilmu Psikologi

Larangan selfie menurut Islam disebabkan karena mengarah pada rasa sombong diri. Kesombongan berlaku dalam hal ujub dan pamer kecantikan. Terkait dengan ujub, Rasulullah Saw menyebutkan sebagai dosa.

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
“Tiga dosa pembinasa: sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seseorang terhadap dirinya” (HR. Thabrani dari Anas bin Malik).

Pandangan lain, Hr. Muslim dari Abu Said al-khudri pun juga menuangkan hadis sebagai berikut.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, yang berkecukupan, dan yang tidak menonjolkan diri.” (HR. Muslim dari Abu Said al-Khudri).

Ajaran Islam adalah ajaran yang lues. Bukan berarti semua bentuk selfie dilarang. Larangan selfie menurut Islam dikhususkan apabila berlebihan. Selama selfie digunakan untuk diri sendiri dan tidak dipamer ke publik, maka itu tidak menjadi masalah. selfie dibolehkan dengan syarat dan catatan tidak memperlihatkan aurat dan tidak mengundang syahwat lawan jenis.

Selfie dari Sudut Pandang Islam

Larangan selfie menurut Islam sempat menjadi viral dibeberapa media sosial karena dianggap sudah berlebihan. Segala sesuatu yang dilakukan karena berlebihan, tidak baik. Larangan selfie dalam Islam dilihat dari sudut pandang ilmu psikologi, ternyata perlu diwaspadai. Setidaknya, terlalu sering selfie mengindikasikan beberapa gejala seperti gangguan penyakit mental, krisis kepercayaan diri, kepribadian narsis dan kecanduan.

Dalam ajaran Islam keluar Larangan selfie menurut Islam memang karena dampak tidak baik. Seseorang yang sering selfie memiliki indikator mengalami gangguan dismorfik tubuh. Gangguan dismorfik tubuh termasuk gangguan yang selalu memikirkan penampilan diri dan takut cacat tubuhnya diketahui oleh orang lain.

Jika dalam Islam, selfie dilarang karena mengarah pada ujub, riak dan sombong diri. Dari segi ilmu psikologi melihat selfie dari sudut pandang terjadinya gangguan kesehatan mental. Jadi, selfie bukan masalah kesombongan, riak ataupun ujub. Dr. David Veal seorang psikolog dari London fenomena selfie era digitalisasi dan millennial saat ini menjadi candu.

Selfie dari Sudut Pandang Keilmuan Psikologi

Terutama bagi mereka yang memang memiliki gangguan kesehatan mental. Selfie secara berlebih disebut lebih akrab kita sebut narsis. Bentuk narsis tidak hanya dalam bentuk selfie, terlalu percaya pada diri sendiri juga bagian dari narsis. Prinsipnya, gangguan ini sebenarnya orang tersebut mengalami krisis kepercayaan diri. Sehingga haus oleh pujian, pengakuan dari orang lain.

 

Jadi, benang merah di atas dapat disimpulkan bahwa segala masalah itu memiliki banyak sudut pandang. Tergantung kita ingin melihat dari sudut pandang mana. Dari sudut pandang dari sisi keislamankah? Atau dari cabang ilmu yang lain seperti psikologi? atau bisa menggambil dua sudut pandang tersebut sebagai satu bagian potongan pazzle yang perlu kita tata dengan bijak. Sehingga tidak menimbulkan stereotip dan pelabelan ke pelaku narsis.

Karena setiap orang melakukan selfie memiliki alasan mereka masing-masing. Bisa karena gangguan mental, atau memang karena ingin ujub diri. Tugas kita, bukan menyalahkan atau melabeli mereka dengan label ini dan itu. Melainkan lebih ke menghargai hak orang lain. Biarkan salah-benar, dosa-atau tidak dosa itu urusan Tuhan. Tugas kita hanya memahami dan menjadikan sebuah perbedaan berfikir dan perbedaan sudut pandang melihat sesuatu hal sebagian keberagaman. Semoga ulasan larangan selfie menurut Islam ini bermanfaat.

Tata Cara Berwudhu Yang Benar Untuk Wanita berhijab

Sembilan Cara Berwudhu Yang Benar Untuk Wanita dan Doanya

Cara berwudhu yang benar untuk wanita secara syar’i meliputi beberapa hal. Adapun berwudhu yang disyariatkan Allah SWT. Berikut adalah cara berwudhu yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam.

Niat

Cara berwudhu yang benar untuk wanita adalah niat. Niat sifatnya wajib dilakukan. Wudhu yang tidak didahulu dengan niat, maka yang dilakukannya tidak terhitung. Niat dilakukan di dalam hati. menurut Ibnu Taimiyah, niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. Pentingnya sebuah niat juga pernah disampaikan Rasulullah dalam HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48 bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seorang hamba akan memperoleh balasan dari Allah berdasarkan niatnya.

Membaca Bismillah

Sebelum wudhu, hal yang disarankan adalah membaca bismillah. Rasulullah selalu mengucahkan bismillah setelah niat dan sebelum wudhu. Apabila kita lupa membacanya, maka kita dapat membaca bismillah ketika kita ingat. Fadilah membaca bismillah tidak hanya digunakan sebelum atau akan berwudhu, tetapi juga dapat dilakukan saat hendak melakukan kegiatan apapun.

Mencuci Telapak Tangan

Mencuci kedua telapak tangan adalah kebiasaan Rasulullah Saw saat berwudhu. Hr. Bukhari Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad mencuci telapak tangan sebanyak tiga kali. Seperti yang kita tahu, apa yang dilakukan nabi, dapat sebagai teladan.

Berkumur

Berkumur sambil menghirup air ke hidung hukumnya sunnah. Rasulullah Saw menganjurkan untuk menghirup air saat kedua telapak tangan menadah air untuk berkumur. Kecuali dalam kondisi berpuasa maka tidak dianjurkan.

Membasuh Muka

Cara berwudu yang benar untuk wanita adalah membasuh muka. Batas membasuh muka adalah adalah rambut di kening dan dagu. Di sisi bagian pipi batasnya ada di pinggir telinga. Membasuh muka bagi wanita yang berjilbab memang sedikit ribet, mengingat jilbab yang dikenakan. Oleh sebab itu, wudhu membasuh muka pada wanita lebih berhati-hati, pastikan semuanya basah oleh air karena membasuh muka adalah syarat syahnya wudhu.

Membasuh Kedua Tangan Sampai Siku

Setelah membasuh muka, selanjutnya adalah membasuh tangan kedua tangan sampai siku-siku. Membasuh lengan dimulai dari lengan kanan. Bagaimana jika tidak sampai ke siku? Maka syarat wudhu tidak dihitung karena syaratnya adalah sampai ke siku-siku.

Mengusap Kepala dan Telinga

Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam mencontohkan mengusap kepala saat wudhu menggunakan kedua telapak tangan yang sudah dibasai air. Kemudian, beliau mengusapkan tangannya dari depan kepala hingga kebelakang. Beliau lakukan sebanyak tiga kali. Setelah itu, Rasulullah mengusap bagian telinga dengan memasukan jari telunjuk. Sedangkan bagian ibu jari mengusah kedua daun telinga. Sedangkan pada wanita yang berjilbab dapat membasuh di bagian atasnya.

Membasuh Kedua Kaki

Urutan selanjutnya membasuh kedua kaki. Syarat membasuh kedua kaki hingga dua mata kaki, dimulai dari kaki kanan. Bagian membasuh kedua kaki termasuk syarat sahnya wudhu, hukumnya wajib dilakukan membasuh hingga tumit atau dua mata kaki.

Tertib

Tertib dalam hal ini adalah mengikuti tata cara berwudhu yang benar. Dari proses awal hingga akhir tertib. Poin terakhir yang dilakukan Rasulullah Saw usai wudhu adalah berdoa sebagai berikut “Asyahdu anlaa ilaa ha illalah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abdullahi wa rasuulahu. Allahummaj ‘alni minattawwabiina waja’alni minal mutathohhiriin” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)

Itulah Sembilan cara berwudhu yang benar untuk wanita yang dapat kita teladani. Semoga uraian di atas bermanfaat.

 

Cara Hukum Bersiwak Sebelum Sholat ala rasulullah saw

Hadits Tentang Hukum Bersiwak Sebelum Sholat  beserta sanadnya

Hukum bersiwak sebelum sholat adalah sunnah. Arti sunnah akan memperoleh pahala jika dikerjakan, jika tidak dikerjakan tidak memperoleh dosa. HR. Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw pernah bersabda

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak melaksanakan sholat.” (HR. Al-Bukhari).

Imam Asy-Syafi’i menegaskan bahwa bersiwak hukumnya tidak wajib, melainkan sunnah. Jika siwak diwajibkan, pasti Rosulullah saw akan memerintahkan untuk melakukan siwak. Dengan kata lain, siwak ini dapat dikerjakan dan dilakukan oleh siapa saja yang bersediah. Bagi yang tidak keberatan dapat menggamalkannya.

Bersiwak hukumnya sunnah karena Nabi Muhammad Saw sering melakukannya. Hukum bersiwak sebelum sholat ternyata juga sering Beliau melakukan dalam banyak keadaan, mulai dari mau sholat, masuk rumah dan bangun tidur. Kegemaran Nabi Muhammad saw dalam bersiwak sering disampaikan oleh sahabat-sahabat. Seperti yang disampaikan oleh sahabat-sahabatnya.

دَخَلَ عَبْدُ الرَّحْمنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مُسْنِدَتُهُ إِلَى صَدْرِي، وَمَعَ عَبْدِ الرَّحْمنِ سِوَاكٌ رَطْبٌ يَسْتَنُّ بِهِ، فَأَبَدَّهُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَصَرَهُ، فَأَخَذْتُ السِّوَاكَ فَقَضَمْتُهُ وَطَيَّبْتُهُ، ثُمَّ دَفَعْتُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَنَّ بِهِ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَنَّ اسْتِنَانًا قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهُ، فَمَا عَدَا أَنْ فَرَغَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَهُ أَوْ إِصْبَعَهُ ثُمَّ قَالَ: فِي الرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى -ثَلاَثًا- ثُمَّ قَضَى

‘Abdurrahman bin Abi Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhuma masuk menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan dadaku menjadi tempat sandaran beliau. ‘Abdurrahman membawa siwak yang masih basah yang dipakai untuk bersiwak. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat pandangan mata beliau melihat siwak itu.

Aku pun mengambil siwak tersebut lalu mematahkan ujung serta memperbaiki dan membersihkan kemudian aku berikan pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau kemudian bersiwak dengannya. Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersiwak sebagus yg kulihat kali itu. Tidak berapa lama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai dari bersiwak beliau mengangkat tangan atau jari kemudian berkata: “Pada teman-teman yang tinggi ” Lalu beliau pun wafat.

hukum bersiwak sebelum shalat

Kehabatan dan daya tarik ajaran Islam adalah pesan kemaslahatan. Setiap hadis ataupun firman yang diturunkan untuk umatnya, Islam selalu memberikan kemaslahatan. Misalnya, era Rosulullah mennyunnahkan bersiwak. Di era modernisasi dan milineal saat ini, banyak teknologi dan ilmu pengetahuan yang terus dikembangkan. Banyak lahir penemuan dan penelitian. Termasuk hasil penelitian terkait manfaat melakukan siwak.

Bersiwak secara kesehatan dapat membunuh bakteri dan kuman yang ada di mulut. Dari sudut pandang yang lain, ‘Aisyah RAdhiyallah ‘anha menyampaikan bahwa Rosulullah bersabda bahwa:

السِّوَاكُ مُطَهَّرَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Siwak itu membersihkan mulut diridhai oleh Ar-Rabb.”

Senada yang disampaikan oleh Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Muhammad Saw menganjurkan bersiwak, sebagaimana disampaikan sebagai berikut.

عَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ فَإِنَّهُ مَطْيَبَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

Seharus bagi kalian utk bersiwak. Karena dengan bersiwak akan membaikkan mulut diridhai oleh Ar-Rabb tabaraka wa ta’ala.”

Dalam kehidupan sehari-hari. Siwak yang paling kita temui saat hendak menjalankan sholat. Karena hukum bersiwak sebelum sholat itu dianjurkan. Inilah ulasan tentang hukum bersiwak, semoga ulasan ini bermanfaat dan berkah.

 

Hukum Memakai Cadar Bagi Wanita menurut al quran

Hukum Memakai Cadar Bagi Wanita Yang Wajib Kamu Ketahui

Hukum memakai cadar bagi wanita hingga saat ini masih banyak diperbincangkan. Ada beberapa perbedaan terkait pemakaian cadar bagi wanita, ada yang membolehkan, melarang dan ada juga yang netral. Berikut ulasannya dari sudut pandang beberapa mahzab Islam

Mazhab Hanafi

Mazhab Hanafi era saat ini, hukum memakai cadar bagi wanita disarankan. Tujuannya untuk menghindari fitnah. Bagi perempuan muda, menggunakan cadar sangat dianjurkan, terutama apabila diantara laki-laki. Bagi mahzab Hanafi wajah termasuk sebagai aurat. Berdasarkan kitab Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah menuliskan sebagai berikut.

فَذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ ( الْحَنَفِيَّةُ وَالْمَالِكِيَّةُ وَالشَّافِعِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ ) إِلَى أَنَّ الْوَجْهَ لَيْسَ بِعَوْرَةٍ ، وَإِذَا لَمْ يَكُنْ عَوْرَةً فَإِنَّهُ يَجُوزُ لَهَا أَنْ تَسْتُرَهُ فَتَنْتَقِبَ ، وَلَهَا أَنْ تَكْشِفَهُ فَلاَ تَنْتَقِبَ .قَال الْحَنَفِيَّةُ : تُمْنَعُ الْمَرْأَةُ الشَّابَّةُ مِنْ كَشْفِ وَجْهِهَا بَيْنَ الرِّجَال فِي زَمَانِنَا ، لاَ لِأَنَّهُ عَوْرَةٌ ، بَل لِخَوْفِ الْفِتْنَةِ

Artinya, “Mayoritas fuqaha (baik dari madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) berpendapat bahwa wajah bukan termasuk aurat. Jika demikian, wanita boleh menutupinya dengan cadar dan boleh membukanya. Menurut madzhab Hanafi, di zaman kita sekarang wanita muda (al-mar`ah asy-syabbah) dilarang memperlihatkan wajah di antara laki-laki. Bukan karena wajah itu sendiri adalah aurat tetapi lebih karena untuk mengindari fitnah,” (Lihat Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Wizaratul Awqaf was Syu’unul Islamiyyah, juz XLI, halaman 134).

Mazhab Safi’i

Hukum memakai cadar bagi wanita dari mahzab Hanafi dan Maliki hukumnya makruh. Alasan dari dua mahzab ini menggunakan termasuk dalam perbuatan berlebih-lebihan. Penggunaan cadar saat shalat ataupun di luar salat hukumnya makruh. Di mazhab Syafi’i itu sendiri terjadi beberapa pendapat hukum memakai cadar bagi wanita, ada yang menghukumi wajib, sunnah dan khilaful awla atau tidak bercadar. Seperti yang dilansir oleh NU.or.id sebagai berikut.

أَنَّ لَهَا ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ عَوْرَةٌ فِي الصَّلَاِة وَهُوَ مَا تَقَدَّمَ، وَعَوْرَةٌ بِالنِّسْبَةِ لِنَظَرِ الْاَجَانِبِ إِلَيْهَا جَمِيعُ بَدَنِهَا حَتَّى الْوَجْهِ وَالْكَفَّيْنِ عَلَى الْمُعْتَمَدِ

“Bahwa perempuan memiliki tiga uarat. Pertama, aurat dalam shalat dan hal ini telah dijelaskan. Kedua aurat yang terkait dengan pandangan orang lain kepadanya, yaitu seluruh badannya termasuk wajah dan kedua telapak tangannya menurut pendapat yang mu’tamad…” (Lihat Abdul Hamid asy-Syarwani, Hasyiyah asy-Syarwani, Bairut-Dar al-Fikr, juz, II, h. 112)

Kemudian ada ulasan lain di bawah ini:

وَاخْتَلَفَ الشَّافِعِيَّةُ فِي تَنَقُّبِ الْمَرْأَةِ ، فَرَأْيٌ يُوجِبُ النِّقَابَ عَلَيْهَا ، وَقِيل : هُوَ سُنَّةٌ ، وَقِيل : هُوَ خِلاَفُ الأَوْلَى

Artinya, “Madzhab Syafi’i berbeda pendapat mengenai hukum memakai cadar bagi perempuan. Satu pendapat menyatakan bahwa hukum mengenakan cadar bagi perempuan adalah wajib. Pendapat lain (qila) menyatakan hukumnya adalah sunah. Dan ada juga yang menyatakan khilaful awla,” (Lihat Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Wizaratul Awqaf was Syu’unul Islamiyyah, juz, XLI, halaman 134).

Di Indonesia, meskipun masyoritas bangsanya adalah beragama Islam. Namun, jika ingin memberlakukan dan mewajibkan menggunakan cadar akan menjadi permasalahan yang rumit. Mengingat Indonesia sebagai negara kepualauan yang mengakui lima empat agama selain Islam, yaitu Kristen, katolik, budha dan hindu. Tidak hanya itu, selain sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku dan bahasa.

Terkait menyoalkan tentang hukum memakai cadar bagi wanita di Indonesia masalah cadar masih menjadi perselisihan dan pembicaraan para faquha’. Meskipun tidak dapat dipungkiri Islam di Indonesia mengakui empat mahzat. Selain madzat syafi’i dan Hanafi terdapat dua mazhab lain, yaitu Maliki dan Hambali.

 

Hadist Tentang Bercocok Tanam dan merawat tanaman

Hadist Tentang Bercocok Tanam dan pertanian

Hadist tentang bercocok tanam yang disampaikan oleh Rosulullah Saw menganjurkan untuk bercocok tanam. Ajaran Islam juga demikian, menganjurkan untuk bercocok tanam. HR. Imam Bukhari dan Imam meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda bahwa sekirannya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang diantara kalian ada bibit kurma, maka apabila dia mampu menanam sebelum terjadi kiamat maka hendaklah dia menanamnya.

bercocok tanam dalam pertanian

Bercocok tanam dari sudut pandang Islam sangat dianjurkan. HR. Bukhari Muslim meriwayatkan bahwa Rosulullah Saw pernah bersabda “tidak seorang muslim pun yang menanam tanaman atau menaburkan benih, kemudian dimakan oleh burung atau manusia, melainkan dia itu baginya merupakan sedekah.” Dari hadis tersebut menekankan pentingnya bercocok tanam. Selain mencukupi kebutuhan hidup diri sendiri, juga memberikan manfaat untuk masyarakat dan hewan.

Hadist tentang bercocok tanam di atas mengingatkan memberikan dua manfaat. Yaitu manfaat di dunia dan manfaat di akhirat. Apa saja yang termasuk manfaat dunia dan akhirat? Berikut ulasannya.

Manfaat di Dunia

Manfaat bercocok tanam akan menghasilkan panen. Hasil panen yang diperoleh, akan menghasilkan manfaat. Baik manfaat untuk pihak petani, masyarakat, penjual ataupun bagi hewan. Dari hasil panen, keberlangsungan pangan terpenuhi dan tercukupi. Kecukupan gizi masyarakat juga terpenuhi dengan baik. Ketika kecukupan pangan dan gizi terpenuhi, akan meminimalisir berbagai macam penyakit.

Ketika penyakit sedikit dan masyarakat hidup sehat, akan berdampak secara global. Berkat kecukupan gizi dan pangan akan mempengaruhi tingkat kecerdasan dan konsentrasi yang baik. Dampaknya secara lebih besar, dapat mempengaruhi kemajuan dan taraf hidup secara holistik.

Hadist tentang bercocok tanam ternyata juga memberikan dampak lain. Ketika bercocok tanam, secara tidak langsung kita telah menyeimbangkan alam. Dengan bercocok tanam, kita juga membantu mengurangi polusi dan pencemaran udara. Manfaat dedaunan mampu menyerap CO2 yang dihasilkan dari asap kendaraan maupun polusi lainnya.

Kemudian Co2 di olah oleh tanaman, kemudian dikeluarkan menjadi oksigen. Oksigen inilah udara yang paling banyak manusia dan hewan. Dengan kata lain, dengan bercocok tanam, sebenarnya kita berperan penting untuk menjaga ekosistem alam semesta ini agar tetap seimbang sesuai sunatullah yang Tuhan ciptakan.

Manfaat di Akhirat

Hadis tentang bercocok tanam dilihat kemanfaatan yang akan diperoleh petani adalah ganjaran atau pahala. Kenapa bisa memperoleh ganjaran? Penjelasannya sederhana, karena selain menanam petani telah memberikan sumbangsih lebih besar dari sekedar hasil panen. Seperti yang saya tuliskan di poin ‘manfaat di dunia’, bahwa para petani sebagai pahlawan untuk keberlangsungan sistem pangan dan penyeimbang ekosistem alam. Dimana, kiprah mereka sebenarnya sepele, namun sedikit orang yang mampu memahami peran penting mereka.

Bayangkan, jika tidak ada seorang petani atau pekebun? Apa yang kira-kira terjadi? Yang terjadi akan terjadi krisis pangan, paceklik. Dampak buruknya, akan terjadi busung lapar, terjadi bencana alam akibat kegundulan, terjadi perubahan iklim akibat tidak ada filter. Filter dalam hal ini tumbuh-tumbuhan dan tanaman.

Hadis lain dari Abu Yahya Shuhaib bin SInan Rodhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rosulullah Saw bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَ لَيْسَ ذَلِكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ, وَ إِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Menakjubkan pada perkara seorang mukmin sesungguhnya perkaranya semuanya baginya adalah kebaikan, dan tidaklah itu didapatkan melainkan oleh seorang mukmin: jika dia mendapatkan kesenangan (nikmat) dia bersyukur maka itu adalah kebaikan baginya dan jika kesulitan (musibah) menimpanya kemudian dia bersabar maka itu adalah kebaikan baginya.”(HR. Imam Muslim lihat kitab Riyadhush Shalihin hadits No. 27)

Itulah dua poin penting pentingnya hadis tentang bercocok tanam. Semoga ulasan ini bermanfaat dan memberikan sudut pandang lain tentang peran dan kiprah seorang petani. Agar lebih mengharhai usaha dan jerih payah mereka.

 

bacaan doa Cara Bersiwak Rasulullah Saw

Cara Bersiwak Rasulullah Saw dan Keutamaannya

Cara bersiwak Rasulullah Saw pernah disinggung oleh HR. Bukhari dan An Nasa’I sebagai berikut.

السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

Bersiwak itu membersihkan mulut dan merupakan sesuatu yang mendatangkan ridha Rabb” (HR. Bukhari dan An Nasa’i).

Bersiwak dapat diartikan membersihkan gigi dan mulut. Cara bersiwak Rasulullah Saw dengan kayu arok ke gigi. Nama latin kayu arok adalah salvadora persica. Bersiwak sebelum menjalankan ibadah sholat, ternyata disunnah oleh Nabi. Jika ingin menggunakan siwak sesuai sunah nabi, lakukan menggunakan tangan kanan. Jika diniatkan untuk membersihkan gigi, bisa menggunakan tangan kiri, meskipun tangan kanan lebih baik.

Keutamaan Siwak Bagi Kesehatan

Ajaran islam memberikan tuntutan karena memiliki pesan dan kemanfaatan jika dilakukan. Salah satunya bersiwak. World Health Organization (WHO) merekomendasikan menyikat gigi menggunakan kayu arak (siwak). Dalam temuan lain, kayu siwak memiliki khasiat membunuh bakteri lebih besar dibandingkan ketika kita menggunakan siat gigi dan berkumur.

Bersiwak yang baik

Cara bersiwak Rasulullah Saw melakukannya dibagian permukaan depan, sela antar gigi, permukaan untuk mengunyah dan permukaan dalam. Lalu, bagaimana jika ingin menyikat gigi dan mulut dengan bersiwak? Apakah sama dengan cara bersiwak Rasulullah Saw? Sederhana, cukup menyikat di permukaan gigi menggunakan bulu siwak yang sudah di desain khsusu.

Cara Bersiwak Rasulullah Saw

Hal pertama dan utama adalah niat dan membaca doa. Bacaan doa tersebut adalah allahumma thahhir bissiwaak asnaaniy, wa qawwiy bihi litsaatsiy, wa afshih bihi lisany. Kemudian beliau memegang siwak menggunakan tangan kanan. Kemudian siwak di oleskan di jajaran gigi atas-tengah, atas-kanan, bawah-kanan dan bawah-tengah. Lakukan secara berputar sebanyak tiga kali. Diakhir, ucapkan Alhamdulillah.

Waktu Bersiwak

Tidak semua orang tahu kapan waktu bersiwak. Setidaknya, ada beberapa waktu yang baik untuk bersiwak. Pertama, dapat dilakukan ketika hendak berwudhu dan hendak solat.

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. [Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil no 70]

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَّلاَةٍ

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan sholat”. [Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil no 70]

Kedua, dapat pula dilakukaan ketika kita hendak memasuki rumah.

Di antaranya ketika dia masuk ke dalam rumah.

رَوَى شُرَيْحٌ بْنُ هَانِئِ قَالَ : سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا بِأَيِّ شَيِءٍ يَبْدَأُ النَّبِيُّ إِذَا دَخَلَ بَيِتَهُ ؟ قَالَتْ : بِالسِّوَاكِ (رواه مسلم)

Telah meriwayatkan Syuraih bin Hani, beliau berkata: “Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab: ”Bersiwak”. [Hadits riwayat Muslim, Irwaul Ghalil no 72]

Ketiga, saat bangun tidur sekalipun kita disarankan dan dibolehkan melakukan siwak. Masih ada dua waktu lagi yang diutamakan melakukan siwak, yaitu saat sedang berpuasa dan ketika akan membaca Al-Quran.

Terkait dengan siwak, yang perlu diperhatikan saat merawat siwak dapat dilakukan dengan beberapa cara. Mislanya, dengan cara mencuci siwak menggunakan air bersih sebelum digunakan. Tidak ada larangan pula pula jika siwak juga dapat dipoles atau diperbaiki terlebih dahulu. Ada beberapa tipe orang yang melakukan siwak secara sembunyi-bunyi.

Pada dasarnya, bersiwak dapat dilakukan secara terang-terangan atau dilakukan di hadapan orang lain. Terakhir, saat bersiwak, bersungh-sungguhlah. Inilah ulasan tentang cara bersiwak Rasulullah Saw, semoga bermanfaat.

 

Hari yang Bagus untuk Bercocok Tanam pertanian

Hari yang Bagus untuk Bercocok Tanam Dalam Pertanian

Hari yang bagus untuk bercocok tanam bervariasi. tergantung jenis tanaman yang hendak di tanam. Jika ingin menanam padi, maka hari yang bagus untuk bercocok tanam di musim penghujung. Jika musim kemarau tiba, maka tanaman yang cocok untuk ditanam adalah jenis tanaman seperti jagung dan palawija. Berikut beberapa jenis tanaman yang dapat ditanam berdasarkan musim.

Musim Kemarau

Hari yang bagus untuk bercocok tanam di musim kemarau adalah menanam tanaman yang memiliki sedikit air. Misalnya jagung, kacang atau pun ketela. Pasalnya, tanaman ini hanya membutuhkan sedikit air dan demi memperolah hasil panen yang bagus memerlukan sinar matahai maksimal. Meskipun demikian, khusus tanaman jagung tetap perlu disiram. Food and agriculture organization (FAO) mencatat bahwa tanaman jagung membutuhkan air sekitar 400 hingga 500 mm saja. Berbeda dengan jenis tanaman padi, yang membutuhkan air yang lebih banyak.

Pertumbuhan jagung akan mudah mati ketika tidak pernah dialiri/disiram dengan air sama sekali. Ketika jabung kelebihan air, juga dapat menyebabkan pertumbuhan jagung menjadi mati dan justru mengalami penurunan produksi buah. Hal unik dari tanaman jagung yang kekurangan air akan melakukan mekanisme pertahanan diri dengan cara menggululung daun, fungsinya untuk mengurangi laju pengupapan.

Musim Hujan

Hari yang bagus untuk bercocok tanam di musim hujan selain pada adalah sayur mayur. Sayur mayur salah satu tanaman yang membutuhkan banyak air. mengingat sayur juga memiliki usia panen lebih cepat dibandingkan dengan jagung ataupun padi. Wajar jika untuk menunjang kualitas pertumbuhan, hampir semua sayuran sayur bergantung pada air.

Banyak jenis sayur yang dijadikan pilihan. Mulai dari bayam, kangkung, sawi, selada, daun, bayam, seledri, loncang dan masih banyak lagi. Adapun beberapa tips cara menanam sayur agar kualitas tetap terjaga dan tidak mudah terserang hama. Apa saja?

  1. Pemupukan

Pemupukan dilakukan agar nutrisi yang dibutuhkan tanaman tercukupi. Tanaman yang cukup akan kandungan unsur hara (dapat diperoleh dari pemupukan) akan dapat meningkatkan sistem pertumbuhan sayur. Hasil sayur pun terlihat lebih hijau dan sehat. Sebaliknya, sayuran yang kekurangan unsur hara menyebabkan penghambatan pertumbuhan. Pertumbuhan yang kurang akan memperlihatkan daut menguning, kerdil dan tidak gemuk.

  1. Kontrol Air

Mengkontrol air salah satu cara untuk mencukupi nutrisi sayur dan padi. Tanaman yang terlalu banyak air, sekalipun jenis sayuran itu suka air, tetap dapat menyebabkan akar membusuk. Oleh sebab itu, atur kontrol air. Jangan dibiarkan antara akar tanaman dan air tergenang sama tinggi. Jika perlu, buat bedengan, agar akar sayur tidak langsung tergenang.

  1. Penyiangan

Hari yang bagus untuk bercocok tanam dan penyiangan sayuran adalah di pagi hari dan sore hari. Alasannya sederhana, agar tanaman tidak mengalami shock. Menanam dipagi hari dan di sore hari udara relative sejuk. Tanah yang tidak lagi panas tentu akan membantu akar tanaman yang baru ditanam mudah menyesuaikan diri dengan tanah yang baru.

  1. Pembasmian Hama

Baik tanaman sayur ataupun palawija tidak lepas dari serangan hama. Oleh sebab itu, penting sekali untuk dikontrol. Kontrol dilakukan untuk melihat apakah tanaman diserang hama penganggu. Tanaman yang terserang hama segera dihilangkan agar tidak menulari tanaman sekeliliingnya. Jika hama dibiarkan, maka akan mempengaruhi hasil panen.

Inilah ulasan tentang hari yang bagus untuk bercocok tanam berdasarkan musim. Jika Anda tertarik, bisa mencoba dan mempraktikkanya. Semoga ulasan ini bermanfaat.

 

Niat Doa Setelah Berwudhu yang benar dan shahih

Lima Keutamaan Doa Setelah Berwudhu

Doa setelah berwudhu memiliki banyak keutamaan. Doa setelah wudhu juga sering dilakukan Rosulullah Saw. Adapun keutamaan melakukan doa ini. Meskipun doa ini terbilang mudah dilakukan, tidak semua orang melakukan sunah ini dengan konsisten. Bagi yang dapat mengkonsistenkan doa ini, akan memperoleh lima keutamaan.

Sebelum masuk ke pembahasan keutamaan membaca doa setelah berwudhu, berikut adalah doanya.
اَشْهَدُ اَنْ لآّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLOOHU WAHDAHUU LAA SYARIIKA LAHU WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHUUWA ROSUULUHUU, ALLOOHUMMAJ’ALNII MINAT TAWWAABIINA WAJ’ALNII MINAL MUTATHOHHIRIINA.

Artinya:
Aku mengaku bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci (sholeh).

Dari doa di atas, berikut keutamaan doa setelah berwudhu bagi kehidupan manusia.
Memperoleh Berkah Allah SWT Kesempurnaan hidup seorang manusia tergantung dari rasa syukur yang dimilikinya. Rasa syukur akan muncul dengan sendirinya apabila memiliki hati dan pikiran yang positif. Hati dan pikiran yang positif dapat diperoleh berkat kemurahan dan berkah Allah SWT yang meniupkan kedamaian di hati hamba-hamba yang dikehendakinya. Salah satunya dengan mengamalkan doa setelah berwudhu.

Dilapangkan Rezeki

Keutamaan membaca doa setelah berwudhu selain menyempurnakan wudhu. Ternyata doa tersebut juga memberikan manfaat dilapangkan rezeki kepada yang membaca. Bentuk rezeki dalam hal ini lebih luas. Rezeki tidak selalu berupa uang. Bentuk rezeki bisa berupa kesehatan, jodoh, pekerjaan dan keharmonisan keluarga. Kedamaian hati dan ketentraman hidup juga termasuk rezeki.

Mendapatkan Pahala

Barangsiapa yang mengamalkan doa setelah berwudhu akan dicatat oleh dua malaikat sebagai amalan baik dan pahala baginya. Lantas bentuk pahala seperti apa? WaAllahualam bisowab. Bentuk pahala bermacam-macam, itu hak prerogratif Allah Swt. Bisa juga pahala diberikan saat kita di dunia, bisa juga pahala diberikan di dunia akhirat. Tiada satupun manusia yang dapat meminta, kecuali atas izin-Nya.

Memperolah Ketentraman Jiwa

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Keutamaan membaca doa setelah wudhu akan memperoleh ketentraman jiwa. Mengingat, jaman millennial saat ini tidak semua orang memiliki kedamaian dan ketentraman jiwa. Ketentraman dan kedamaian jiwa salah satu kunci kebahagiaan dan ikhlas menjalani kehidupan di dunia ini.

Dibukakan 8 Pintu Surga

Barangsiapa yang mengamalkan doa setelah berwudhu akan dibukakan 8 pintu surga yang dapat dimasuki oleh pembacanya lewat pintu mana saja. Umar bin Khoththob Ra,

Nabi Muhammad saw bersabda :
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Zat yang wajib diibadahi kecuali hanya Allah tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” [HR. Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Tirmidzi]

Imam Tirmidzi pun menambahkan sebagai berikut. “Ya, Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang disucikan.”
Itulah lima keutaman doa setelah berwudhu yang dapat dicoba dan dipraktikkan. Dari ulasan tersebut dapat diambil pelajaran penting, membiasakan diri berdoa setelah wudhu sebenarnya ringan, namun sulit tidak semua orang dapat melakukannya dengan istiqomah. Masihkah kita menyia-nyiakan amalan ini? Sayang jika dilewatkan. Sekian, Semoga ulasan ini bermanfaat dan memberikan berkah.